SuaraJogja.id - Jelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 19 Juli 2021 mendatang, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan tengah mempersiapkan regulasi. Hal tersebut ke depannya akan mengatur mengenai tata kelola penjualan hewan serta pemotongan hewan di tengah situasi pandemi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana menyampaikan akan ada surat edaran dari wali kota terkait ketentuan penjualan dan penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi. Pihaknya juga tengah melakukan persiapan untuk memantau jelang hari raya kurban.
Suyana mengatakan bahwa pihaknya baru melakukan rapat koordinasi serta menyusun rencana untuk pemantauan hewan kurban. Ia menambahkan, rencananya pihaknya akan mulai melakukan pantauan mengenai hewan kurban yang ada di Kota Yogyakarta pada awal Juli mendatang.
"Kami baru rapat koordinasi dan menyusun perencanaan pemantauan hewan kurban. Rencana awal Juli nanti kami akan mulai ada kegiatan pemantauan hewan kurban di Kota Yogya," kata Suyana saat dikonfirmasi Jumat (18/6/2021).
Suyana menyebutkan bahwa ke depannya akan ada surat edaran dari wali kota terkait peraturan penjualan hewan kurban. Salah satu regulasinya mengatur agar penjualan hewan kurban di wilayah Kota Yogyakarta harus menyampaikan pemberitahuan kepada kemantren setempat.
Kebijakan tersebut dilakukan guna mengatur penjualan hewan kurban agar tidak berada di sembarang tempat. Kemantren juga bisa melakukan pengawasan penjualan hewan di wilayahnya, terkait dengan kebersihan, keindahan dan mengantisipasi terjadinya kerumunan.
"Harus sepengetahuan dari kemantren setempat, sehingga tidak sembarangan berjualan di trotoar. Kemantren juga bisa ikut mengawasi terkait penjualan hewan kurban di wilayahnya dari sisi kebersihan, keindahan dan mengantisipasi kerumunan," imbuhnya.
Sementara untuk Dinas Pertanian dan Pangan akan melakukan pengawasan terkait kesehatan dan kelayakan hewan yang akan dikurbankan. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi label sehat dan layak untuk kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan agar hewan yang disembeli di kawasan Kota Yogyakarta aman bagi seluruh warga masyarakat.
Tahun 2020 lalu, setidaknya ada 48 titik penjualan hewan kurban di dalam kota. Selain penjualan, pemerintah kota juga mengatur mengenai penyembelihannya. Suyana menyebutkan pihaknya akan memberikan rekomendasi dan saran untuk masyarakat atau panitia kurban. Terutama mengenai protokol kesehatan yang harus diterapkan.
Baca Juga: Pemkot Depok dan Penjual Pastikan Hewan Kurban Sehat
Suyana berencana melakukan survei lokasi yang akan digunakan oleh masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan. Ia akan memberikan rekomendasi, terutama mengenai protokol kesehatan selama penyembelihan. Kemudian, terkait tata letak hewan dan sebagainya, bergantung pada kondisi dan situasi tempat pemotongan.
"Kami berencana melakukan survei lokasi yang akan dipakai masyarakat untuk penyembelihan hewan kurban pada H-1. Kami berikan rekomendasi- rekomendasi, misalnya terkait tata letak penyembelihan hewan kurban dan sebagainya. Tergantung luasannya misalnya hanya untuk tiga sampai empat ekor," katanya.
Surat edaran dari wali kota, disebutkan juga akan memuat regulasi agar panitia membuat spanduk di tempat pemotongan. Dimana, spanduk tersebut berbunyi bahwa selain panitia dilarang mendekat ke lokasi penyembelihan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah terjadinya kerumunan masa pada saat penyembelihan.
Dinas Pangan dan Pertanian juga akan menjalin kerjasama dengan BAZNAS untuk sosialisasi dan pelaksanaan penyembelihan kurban. Salah satu targer sosialiasi adalah kepada takmir atau pengurus masjid. Selain itu, Dinas Pangan dan Pertanian juga akan mengoptimalkan penggunaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
"Seperti tahun lalu retribusi pemotongan hewan kurban di RPH Giwangan dibebaskan dari retribusi. Kami sedang menghitung kemampuan RPH Giwangan dan kebutuhan tenaga seperti jagal karena kemungkinan harus menambah saat Iduladha," ujarnya.
Bagi masyarakat yany ingin menyembelih hewan kurbannya ke RPH Giwangan bisa mendaftarkan terlebih dahulu ke BAZNAS. Menilai akan adanya peningkatan jumlah hewan yang harus disembelih saat Iduladha, Suyana menyampaikan bahwa pihaknya tengah memperhitungkan kemampuan termasuk kemungkinan menambah jagal atau petugas penyembelih.
Berita Terkait
-
Pemkot Depok dan Penjual Pastikan Hewan Kurban Sehat
-
Rugi Ratusan Juta di 2020, Penjual Hewan Kurban: Semoga Tahun Ini Lebih Baik
-
Sebanyak 14 Pegawai di Balai Kota Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19
-
Pemkot Jogja Buat 501 Titik Wifi Publik, Bisa Digunakan Gratis
-
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Jogja Aktifkan Kembali Selter Wilayah
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan