SuaraJogja.id - Usaha pertanian salah satunya tanaman menjadi sektor yang cukup kuat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu juga diungkapkan Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRay) Adipati Paku Alam X saat meresmikan Galeri Ekakarya By Von Florist di Jalan Gadjah Mada No 29, Kota Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021).
Dalam sambutannya GKBRay Adipati Paku Alam X mendukung adanya galeri dan toko bunga yang dibangun oleh Von Florist. Masa pandemi Covid-19 ini harga tanaman meningkat cukup signifikan.
"Jadi dengan adanya toko bunga Von Florist ini bisa mewarnai toko bunga yang ada di Yogyakarta. Situasi Covid-19 malah banyak ibu-ibu yang memanfaatkan tanaman untuk menyibukkan kesehariannya bahkan ada yang menjual tanaman seperti ini. Sehingga pengusaha tanaman itu mulai bangkit lagi," katanya, Sabtu.
Istri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPPA) Paku Alam X ini menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karena berada di wilayah tropis, sehingga tanaman cukup unggul.
"Kita berada di negara yang tropis, dimana segala macam tanaman itu bisa tumbuh dengan baik. Bahkan saya membeli tanaman hingga ke Kopeng, sampai Jawa Timur. Harganya juga tinggi, ini kan artinya usaha tanaman meningkat," jelas dia.
Sementara Direktur Von Florist, Yvonne Mustika Sutanto menjelaskan jika toko bunga yang menjual segala jenis Bunga Anggrek ini merupakan distributor Ekakarya Graha Flora Jakarta. Pihaknya menyediakan tanaman Anggrek Bulan, Dendrobium, Anthurium dan Vanda.
"Kami membawahi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. Kami melihat potensi dan peminat Anggrek terutama jenis Anggrek Bulan cukup banyak di DIY, sehingga kami mendirikan cabang di DIY," jelas Yvonne kepada wartawan.
Ia menerangkan bahwa Anggrek yang dijual berbeda dengan Anggrek lain. kualitas yang ditawarkan lebih premium.
"Jadi kami memberikan kualitas premium, jumlah kelopaknya bisa 12-14 kelopak dengan besarnya sampai 12 cm. Perawatan juga mudah, cukup disita 2 pekan sekali dan jangan terkena matahari atau terkena udara AC," jelas dia.
Baca Juga: Skrining Selesai, Pelayanan Dinas di Balai Kota Yogyakarta Kembali Dibuka
Toko yang menjual dan juga menyediakan jasa rental Anggrek ini memberikan harga terjangkau. Mulai dari Rp115 ribu, Rp1 juta hingga Rp4 juta, sesuai ukuran pot dan tanamannya.
Terpisah, Marketing Sales Manajer Ekakarya Graha Flora, Joko As'ad mengatakan bahwa Anggrek ini diimpor dari Jepang dan Taiwan. Namun mereka juga memiliki laboratorium untuk menyilangkan Anggrek impor dan diseleksi hingga dilakukan pengkloningan.
"Tujuannya untuk menciptakan kualitas dari Bunga Anggrek yang lebih bagus," kata Joko.
Ia menjelaskan, butuh dua tahun membuat jenis Anggrek dengan kualitas yang baik. Ia mengaku jika bunga milik mereka bisa bertahan hingga dua pekan.
"Bahkan jika diletakkan di ruangan terbuka dengan sirkulasi udara yang baik dapat bertahan berbulan-bulan," kata dia.
Berita Terkait
-
Skrining Selesai, Pelayanan Dinas di Balai Kota Yogyakarta Kembali Dibuka
-
Tak Berizin, Satpol PP Kota Yogyakarta Tutup Reklame Minimarket di Jalan Cik Di Tiro
-
15 Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya
-
Ekspor Kubis Asal Sumut Meningkat Signifikan, Dikirim ke Malaysia hingga Taiwan
-
Sebanyak 14 Pegawai di Balai Kota Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Rapor Merah Libur Lebaran, Wisatawan Kabur dari Bantul, Kunjungan Anjlok 36 Persen!
-
Rekayasa Lalu Lintas Situasional Diterapkan di Jogja: Waspada 75 Ribu Kendaraan Arus Balik Hari Ini!
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Viral! Google Maps Sesatkan Pemudik Lebaran ke Jalan Sawah, Arus Balik Mencekam di Tengah Padi
-
5 Tips Agar Tiket Jambi Jakarta Bisa Lebih Menguntungkan