Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 22 Juni 2021 | 16:17 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Gati Wibawaningsih dalam zoom virtual pembukaan workshop E-Smart IKM Aneka, Kimia, Sandang dan Kerajinan Provinsi DIY, Selasa (22/6/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Kementerian Perindustrian menggelar workhsop e-Smart Industri Kecil Menengah (IKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/6/2021). Dalam workshop ini setidaknya diikuti oleh sebanyak 250 IKM yang berasal dari berbagai komoditi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih mengatakan workshop ini sebagai upaya dari Kementerian Perindustrian untuk terus mendorong peran IKM dalam kebangkitan perekonomian di Indonesia.

Terkhusus melalui implementasi Making Indonesia 4.0 dengan pemberdayaan IKM dalam kaitanya pemanfaatan teknologi digital dan e-bisnis.

“IKM yang mengikuti e-Smart IKM nantinya akan dibekali keterampilan-keterampilan yang relevan agar dapat memanfaatkan marketplace secara optimal,” kata Gati melalui zoom virtual.

Baca Juga: Dapet Mitra Baru, Komisi VII Optimis Kerja Sama Produktif dengan Kemenperin

Gati menyebutkan, workshop ini digelar agar pelaku IKM dapat memanfaatkan teknologi digital serta memperluas akses pasar melalui marketplace yang ada.

Program e-Smart IKM juga akan memberikan edukasi dalam berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM. Tujuannya agar IKM mampu bersaing untuk memasarkan produknya lewat platform digital.

Selain berfokus kepada progran Making Indonesia 4.0, kata Gati, Kemenperin juga mendorong program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Program ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang sudah terlebih dulu diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei tahun lalu.

"Hadirnya Gernas BBI itu untuk mendorong pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat agar selalu mencintai dan membeli produk lokal," imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Gati, tujuan utama Gernas BBI pada tahun 2021 ini adalah dapat menyasar 6,1 juta UMKM onboarding atau masuk di marketplace. Maka dari itu Kemenperin secara konsisten terus memberdayakan pelaku IKM melalui Program e-Smart IKM.

Baca Juga: Sosialisasi Transportasi Industri Hijau, PT AHM Pinjamkan Honda PCX Electric kepada BBTPPI

“Program e-Smart IKM sudah berjalan sejak tahun 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan akses pasar IKM,” ungkapnya.

Load More