SuaraJogja.id - Petugas Gabungan TNI/Polri, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan mulai melakukan penyekatan di semua akses masuk ke Pasar Hewan Siyonoharjo, pasar hewan terbesar di wilayah Gunungkidul. Semua pengunjung yang hendak masuk ke pasar harus melalui pemeriksaan dari petugas gabungan.
Semua pengunjung yang akan masuk ke area pasar hewan harus menunjukkan surat antigen negatif covid-19. Jika tidak bisa menunjukkan surat antigen negatif covid-19 maka diminta untuk putar balik atau tidak diperkenankan masuk ke area pasar.
Cukup banyak pedagang hewan maupun pengunjung pasar Hewan Siyonoharjo yang terpaksa putar balik. Pasalnya tidak hanya yang berasal dari luar daerah tetapi semua pengunjung atau pedagang harus dapat menunjukkan surat negatif rapid test antigen.
Akibatnya, kerumunan di pasar Hewan Siyonoharjo mengalami penurunan sangat drastis. Sepinya pengunjung ini sangat terasa mengingat sekarang adalah hari yang ditunggu pedagang hewan karena menjelang Idul Qurban.
Hampir semua pedagang mengaku kecewa dengan penyekatan tersebut karena dagangan mereka tidak laku. Padahal untuk membawa dagangan hewan ke pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan mereka nanti harus nombok lebih banyak untuk memelihara sapi mereka lebih lama.
Haryono, pedagang asal Padukuhan Kranon Kalurahan wonosari mengaku sangat kecewa. Jumlah pengunjung cukup drastis sehingga dagangannya tidak laku. 4 ekor sapi yang ia bawa dari rumah sama sekali belum ada yang menawar.
"Sepi banget. Ndak tahu laku apa tidak,"ujarnya Rabu (7/7/2021).
Haryono mengaku tidak mengetahui jika akan ada peningkatan karena sehari sebelumnya belum ada informasi. Informasi baru mereka dapatkan pagi ini, dan mereka kaget karena semua pengunjung yang tidak bisa menunjukkan terhadap antigen tidak diperkenankan masuk.
Supriyono pedagang sapi asal pacarejo Semanu juga mengaku kaget karena informasi awal hanya pedagang dari luar daerah yang akan dicegat. Namun ternyata semua pedagang atau pengunjung harus menunjukkan surat rapid test antigen untuk bisa masuk ke pasar.
Baca Juga: PPKM Darurat, Satpol PP Gunungkidul Batalkan Acara Pelantikan Pamong Desa
"Ya yang lolos hanya sedikit. Mereka yang berangkat subuh tadi,"tambahnya.
Karena sepinya pengunjung tersebut maka dagangannya pun hanya ditawar dengan harga yang murah. Sapi yang ia beli seharga Rp 11 juta hanya ditawar oleh calon pembeli sekitar Rp 9,7 juta. Tentu saja hal ini akan merugikan dirinya selaku pedagang.
"Kalau memang begini. Ditutup saja sekalian,"tukasnya.
Wakapolres Gunungkidul, Kompol Widya ketika ditemui di pasar tersebut enggan Memberikan komentar. Alasannya dirinya harus segera kembali ke kantor karena akan melakukan zoom meeting dengan atasannya.
Namun sebelumnya dalam rapat koordinasi Forkompinda Selasa (6/7/2021) sore, Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayuda menuturkan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat ini pihaknya akan melakukan penyekatan di 3 pasar hewan besar di Gunungkidul. Semua pedagang ataupun pengunjung dari luar daerah akan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.
"Kami sekat unruk menghindari kerumunan,"tegasnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas