"Padahal kita pelestari budaya kendaraan tradisional berupa andong ini mendukung pariwisata Kota Yogyakarta. Kita baru mendapat insentif dari bantuan presiden lewat Kapolri, lewat Kakorlantas Polri Rp1,8 juta. Tapi ya sudah setahun lalu," ungkapnya.
Selain itu, disampaikan Purwanto, paguyuban kusir andong harus terus bersabar dan meminta bantuan kepada pemerintah. Termasuk salah satunya ke Dinas Perhubungan DIY hingga ke sejumlah pihak swasta yang turut memberi bantuan.
"Sama Kanjeng Gusti Pakualam dikasih sembako dan beras sudah dua kali ini. IPDN juga ngasih," tuturnya.
Purwanto mengaku juga pernah meminta bantuan insentif kepada Dinas Pariwisata DIY. Sayangnya, berdasarkan data 474 orang dari paguyuban kusir andong yang diajukan hanya sebanyak 200 orang saja yang lolos.
"Itu pun dikasih ke Polsek masing-masing alamat yang tertera per KTP. Kita nyari bingung, banyak yang nggak kesampaian," ujarnya.
Saat ini Purwanto dan ratusan kusir andong di DIY hanya bisa terus berharap uluran tangan dari pemerintah. Agar dapat memperhatikan nasib para kusir yang juga sebagai pelaku wisata di Yogyakarta.
"Ya kami memohon pemerintah ikut memperhatikan kami ini dan semoga pandemi ini cepat selesai dan berlalu agar bisa kembali normal. Kita berkehidupan seperti biasa ada wisatawan datang ke Jogja yang menjadikan roda perekonomian berjalan lagi," harapnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan dari Kementerian Pariwisata-Polri kepada para kusir andong pada 2020 lalu. Dalam bantuan ini juga sudah termasuk insentif dari pemerintah provinsi.
Memang mekanisme penyaluran dari bantuan itu berasal dari provinsi menuju ke polres lalu diserahkan ke polsek.
Baca Juga: Naik 1000 Kasus, Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Pecah Rekor 2731 Kasus
"Waktu itu mekanismenya seperti itu dan diantar door to door. Jumlah tepatnya saya lupa, tapi kalau nggak salah ada 400 kusir waktu itu sasaran," klaim Singgih.
Saat ini, kata Singgih, pihaknya juga tengah melakukan pendataan dan verifikasi ulang untuk pemberian bantuan selanjutnya bagi para kusir andong. Rencananya insentif mendatang ini akan diberikan berbarengan dengan bantuan sosial saat pelaksanaan PPKM darurat.
"Ya doakan tidak terlalu lama lagi. Jadi Pemerintah Pusat juga sudah memberikan rambu-rambunya. Tentu kita juga segera kemudian apa kebijakan provinsi akan kita laksanakan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Jembatan Pleret di Boyolali Ambrol, Akses Warga Nogosari-Andong Terputus
-
Imbas Pandemi, Pendapatan Tukang Becak dan Kusir Andong Malioboro Menurun
-
Keliling Naik Andong di Malioboro, Perhatikan Protokoler Kesehatan Ini Ya
-
Andong Malioboro Ikut Cegah Covid-19, Kusir dan Penumpang Disekat
-
Curhat Kusir Andong Malioboro di Saat Pandemi, Sehari Cuma Dapat Rp60 Ribu
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
-
Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan