SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mencatat lonjakan kasus kematian pasien Covid-19 yang cukup tinggi selama Juli 2021. Berdasarkan data yang ada, hingga tanggal 21 Juli kemarin ada 125 kasus yang dinyatakan meninggal dunia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/7/2021). Jumlah 125 kasus itu bahkan bisa dibilang sudah separuh dari total kasus kematian selama pandemi di Bumi Binangun.
"Sampai dengan tanggal 21 di bulan Juli tercatat ada 125 kematian oleh karena Covid-19. Jumlah kematian ini cukup tinggi mengikuti kasus aktif yang memang juga cukup tinggi di bulan Juli," kata Sri Budi.
Sri Budi tidak menampik bahwa kasus kematian pasien Covid-19 pada bulan ini memang melonjak signifikan. Pasalnya, jika dilihat secara total, kematian di Kulon Progo hingga hari ini ada sebanyak 247 kasus.
"Iya [kasus kematian pasien Covid-19 melonjak signifikan], karena total yang meninggal kan ada 247, sedangkan untuk bulan Juli aja ada 125 kasus, ini cukup banyak," ungkapnya.
Disampaikan Sri Budi bahwa dari 125 kasus kematian tersebut kebanyakan dialami oleh pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Walaupun pihaknya juga menyebut kasus kematian bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri pun juga tetap cukup tinggi.
"Memang lebih banyak atau mayoritas kematian pasien saat di rumah sakit, tapi kematian saat isoman juga cukup tinggi," tuturnya.
Sri Budi menuturkan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan mayoritas pasien Covid-19 yang meninggal memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Terlebih untuk kelompok masyarakat usia lanjut atau lansia.
Baca Juga: Kematian Meningkat, Satgas Desa Ikut Bantu Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19
Sementara itu merujuk data Satgas COVID-19 Kulon Progo, per Jumat (23/7/2021) terdapat tambahan kasus positif sebanyak 270 kasus. Sehingga membuat total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kulon Progo telah mencapai angka 14.380.
Berdasarkan jumlah tersebut sebanyak 9.245 telah dinyatakan selesai menjalani isolasi dan 537 dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk pasien yang masih menjalani isolasi di rumah sakit sebanyak 260 orang, isolasi mandiri 3.821 dan meninggal dunia 247 orang.
Sebelumnya diberitakan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) DIY menyatakan sebanyak 417 warga Daerah Istemewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia saat tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) dalam periode sebulan terakhir. Angka tersebut terhitung mulai tanggal 21 Juni hingga 21 Juli 2021 kemarin.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Komandan TRC BPBD DIY Indrayanto saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/7/2021).
"Catatan yang kami tulis ini hanya berlaku positif antigen atau pun PCR. Baik dia diswab sebelum meninggal hasilnya positif atau pasca meninggal diswab hasilnya positif," kata Indrayanto saat ditemui wartawan di Kantor BPBD DIY, Jumat (23/7/2021).
Indra mengatakan 417 orang yang dinyatakan meninggal dalam kurun waktu sebulan tersebut memang belum mendapat penanganan dari rumah sakit. Bahkan tidak hanya orang yang sedang dalam berada di rumah saja yang masuk dalam data tersebut.
Berita Terkait
-
Kematian Meningkat, Satgas Desa Ikut Bantu Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19
-
Angka Kematian Pasien Covid-19 Cetar Rekor Terus, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi
-
LaporCovid19 Ungkap Angka Kematian Pasien Covid-19 Selalu Berbeda-beda di Tingkat Wilayah
-
Jakarta Jadi Provinsi dengan Kematian Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Terbanyak, Waduh!
-
Tambah Dua Orang, Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Rejang Lebong Jadi 34 Jiwa
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh