SuaraJogja.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menuturkan bahwa sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih akan diguyur hujan pada bulan Agustus hingga September ini. Meskipun pada bulan tersebut wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan musim kemarau di DIY sendiri akan berlangsung hingga September mendatang. Namun diprakirakan pada bulan Agustus dan September tahun ini justru akan ada peningkatan curah hujan yang sifatnya di atas normal.
"Intensitas curah hujan bulan Agustus diprakirakan 0-50 mm/bulan dengan kriteria rendah. Namun sifatnya diprakirakan di atas normalnya (diatas rata-ratanya pada umumnya Bulan Agustus)," kata Reni saat dihubungi awak media, Selasa (3/8/2021).
Reni menjelaskan dari analisis curah hujan bulan Mei lalu hampir sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau. Namun pada bulan Juni atau dasarian lll mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan.
Pada bulan Juli, lanjut Reni, juga terdapat peningkatan curah hujan namun tidak sebesar bulan Juni. Sehingga diprakirakan bulan Agustus dan September juga ada peningkatan curah hujan yang sifatnya di atas normalnya.
"Namun diprakirakan masih masuk kriteria musim kemarau, karena curah hujan yang terjadi diprakirakan umumnya masih di bawah 150 mm selama 3 dasarian berturut-turut," ungkapnya.
Lebih lanjut, Reni menuturkan berdasarkan kondisi dinamika Atmosfer-Laut terkini kondisi angin di atas Pulau Jawa didominasi angin timuran.
Lalu untuk indeks ENSO (El-Nino Southern Oscilation) saat ini masih netral. Diprakirakan kondisi ini akan berlangsung hingga September 2021. Indeks IOD masih dalam kisaran negatif yang berdampak pada penambahan suplai uap air.
"Kondisi anomali suhu muka laut di sekitar perairan selatan DlY masih hangat +1.5 sampai dengan +2.5 °C dibandingkan dengan normalnya dengan suhu berkisar 28 – 29 °C yang bepotensi untuk terbentuknya awan-awan hujan. Serta MJO (Madden-Julian Oscilation) diprediksi aktif di belahan bumi bagian timu," terangnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 3 Agustus Bogor-Depok
Disebutkan Reni, berdasarkan analisa dinamika atmosfer-laut, dan prakiraan curah hujan bulanan tersebut. Di wilayah DIY pada bulan Agustus 2021 prakiraan curah hujan berkisar 0-50 mm/bulan atau masih dalam kategori rendah dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan atas normal.
Sedangkan untuk bulan September mendatang diprakiraan curah hujan meningkat menjadi berkisar 10-150 mm/bulan. Angka itu masuk dalam kriteria rendah-menengah dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan atas normal.
"Untuk bulan Oktober mendatang prakiraan curah hujan berkisar 101-300 mm/bulan, masuk kriteria menengah. Dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan normal-atas normal. Oktober diprakirakan wilayah DIY akan memasuki awal musim hujan," jelasnya.
Sedangkan untuk wilayah yang berpotensi meningkat curah hujannya dalam tiga hari kedepan berada di wilayah Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, dan Bantul.
Reni merinci curah hujan di Kulon Progo diprakirakan terjadi di wilayah Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan, Kokap, Temon, Panjatan, Wates dan Galur. Lalu untuk Sleman berada di Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, Minggir, Mlati, Depok, dan Kalasan.
Gunungkidul berada di Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus dan Girisubo. Sedangkan di Bantul tersebar di Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Sanden, Srandakan dan Kretek.
Berita Terkait
-
PPKM Level 4 Diperpanjang, DIY Fokus Turunkan Positivity Rate
-
Tambah RS Darurat Covid-19, DIY Manfaatkan Eks Hotel Mutiara
-
Danais untuk COVID-19 DIY Cair, Minimal Tiap Desa Bakal Dapat Rp50 Juta
-
Diminta Menteri Luhut Tambah Tempat Tidur RS COVID-19, Pemda DIY Siapkan 50 Persen
-
Syarat Dapat BSU Dianggap Tidak Adil, DPD KSPSI DIY Tuntut Bantuan Bagi Buruh
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja