Bukan dengan cara memaksa yang bersangkutan untuk mengikuti vaksinasi. Melainkan untuk menanamkan ke masing-masing orang bahwa vaksin Covid-19 itu memang dibutuhkan.
"Saya kira kalau dipaksa harus vaksin itu hasilnya kurang begitu bagus. Tapi kita harus memberikan pengertian supaya mereka itu terbuka dari hati nurani sendiri bahwa kita harus vaksin dan vaksin itu penting. Itu yang perlu kita tanamkan kepada hati nurani temen-temen," ucapnya.
Respon baik juga ditunjukkan oleh pemerintah setempat terkait vaksinasi bagi penyandang disabilitas. Fasilitas vaksin terus dibuka dan bahkan dipercepat pelaksanaannya untuk mencakup keseluruhan masyarakat.
"Alhamdulillah kami sudah sangat disambut baik. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah khususnya Kabupaten Sleman dan juga Pemda DIY yang telah memberikan kesempatan dan apresiasi terhadap temen-temen disabilitas," ujarnya.
Berita Terkait
-
Baru 2 Ribu dari 7 Ribuan Penyandang Disabilitas di Sleman yang Telah Divaksin
-
Percepat Vaksinasi di DIY, Ambarrukmo Group Sasar 1.000 Orang Vaksin Gratis
-
Bupati Sleman Pastikan Siap Jawab Tantang Luhut Naikkan Target Capaian Vaksinasi
-
Donasi Akidi Tio Rp 2 Triliun Heboh, Denny Siregar: Karena Euforia Berlebihan
-
5 Orang Pengganda Formulir Vaksin Picu Kerumunan di Sumut Diamankan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja