Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 08 Agustus 2021 | 18:30 WIB
Sejumlah pengunjung melintasi pedestrian Malioboro yang sepi saat PPKM Level 4 di Kota Jogja, Minggu (8/8/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta akan merevisi tingkat kunjungan wisatawan di tahun 2021 ini. Pasalnya target 4 juta kunjungan di tahun 2020 lalu gagal dicapai.

Kepala Dinpar Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kondisi pandemi Covid-19. Meningkatnya penyebaran virus dan juga angka kematian yang tinggi pihaknya harus membatasi jam buka obyek wisata.

“Namun pada PPKM Level 4 ini kami tutup total semuanya. Kami mengikuti kebijakan pemerintah dan jangan sampai ada yang datang terlebih dahulu,” ungkap Wahyu dihubungi wartawan, Minggu (8/8/2021).

Dari target capaian kunjungan sebanyak 4 juta orang di 2020, kata Wahyu, Dinpar Jogja hanya mencatat sebanyak 1,3 juta kunjungan. Hal itu juga tentu menjadi pertimbangan untuk menargetkan tingkat kunjungan di tahun 2021.

“Akhirnya kami revisi kembali untuk target capaiannya itu. Hanya saja saat ini masih dalam pembahasan,” ungkap dia.

Wahyu tak bisa memastikan berapa target yang harus dicapai pada tahun 2021. Pasalnya sejak awal Juli-9 Agustus nanti PPKM Level 4 masih berlaku.

“Bahkan selama Juli sampai Agustus awal ini (PPKM Darurat-Level 4) tidak ada pengunjung. Jika ada berarti itu menyalahi aturan,” terang dia.

Menurunnya kunjungan wisatawan, ikut mempengaruhi pendapatan anggaran daerah (PAD) di bidang pariwisata. Wahyu menjelaskan pihaknya belum mendapat jumlah penurunan tersebut selama Pandemi Covid-19 hingga perpanjangan PPKM yang rencananya berakhir 9 Agustus mendatang.

“Kalau tirin itu pasti ya, tapi kami belum mendapat angkanya. Dari OPD lain yang menghitung,” terang dia. 

Baca Juga: Kejari Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium, Dua Perusahaan di Jogja Disorot

Tak ada aktivitas atau kunjungan wisatawan selama PPKM diberlakukan, pelaku usaha dan pelaku wisata seperti guide melakukan pembenahan dan perbaikan di kawasan wisata Jogja.

“Masa PPKM ini justru kita meningkatkan kapasitas pelaku SDM Pariwisata. Selain itu memperketat wilayah pariwisata dalam protokol kesehatannya (penjagaan jarak). Sehingga setelah dilonggarkan kami lebih siap,” kata Wahyu.

Load More