SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta akan merevisi tingkat kunjungan wisatawan di tahun 2021 ini. Pasalnya target 4 juta kunjungan di tahun 2020 lalu gagal dicapai.
Kepala Dinpar Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kondisi pandemi Covid-19. Meningkatnya penyebaran virus dan juga angka kematian yang tinggi pihaknya harus membatasi jam buka obyek wisata.
“Namun pada PPKM Level 4 ini kami tutup total semuanya. Kami mengikuti kebijakan pemerintah dan jangan sampai ada yang datang terlebih dahulu,” ungkap Wahyu dihubungi wartawan, Minggu (8/8/2021).
Dari target capaian kunjungan sebanyak 4 juta orang di 2020, kata Wahyu, Dinpar Jogja hanya mencatat sebanyak 1,3 juta kunjungan. Hal itu juga tentu menjadi pertimbangan untuk menargetkan tingkat kunjungan di tahun 2021.
“Akhirnya kami revisi kembali untuk target capaiannya itu. Hanya saja saat ini masih dalam pembahasan,” ungkap dia.
Wahyu tak bisa memastikan berapa target yang harus dicapai pada tahun 2021. Pasalnya sejak awal Juli-9 Agustus nanti PPKM Level 4 masih berlaku.
“Bahkan selama Juli sampai Agustus awal ini (PPKM Darurat-Level 4) tidak ada pengunjung. Jika ada berarti itu menyalahi aturan,” terang dia.
Menurunnya kunjungan wisatawan, ikut mempengaruhi pendapatan anggaran daerah (PAD) di bidang pariwisata. Wahyu menjelaskan pihaknya belum mendapat jumlah penurunan tersebut selama Pandemi Covid-19 hingga perpanjangan PPKM yang rencananya berakhir 9 Agustus mendatang.
“Kalau tirin itu pasti ya, tapi kami belum mendapat angkanya. Dari OPD lain yang menghitung,” terang dia.
Baca Juga: Kejari Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium, Dua Perusahaan di Jogja Disorot
Tak ada aktivitas atau kunjungan wisatawan selama PPKM diberlakukan, pelaku usaha dan pelaku wisata seperti guide melakukan pembenahan dan perbaikan di kawasan wisata Jogja.
“Masa PPKM ini justru kita meningkatkan kapasitas pelaku SDM Pariwisata. Selain itu memperketat wilayah pariwisata dalam protokol kesehatannya (penjagaan jarak). Sehingga setelah dilonggarkan kami lebih siap,” kata Wahyu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga