SuaraJogja.id - Episode menyedihkan menerpa pasangan lansia Rebo Sujiwanto (62) dan Warti (63) pada peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI ini. Warga Pedukuhan Jlantir 2, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul harus menelan pil pahit rumah dan pabrik tahu yang mereka rintis tiga tahun lalu ini hancur.
Pasangan lansia ini hanya bisa merenung meratapi nasib setelah tungku uap untuk merebus kedelai meledak dan menghancurkan pabrik tahu dan juga rumah tempat tinggalnya.
Dalam beberapa hari terakhir, pasangan lansia ini harus numpang hidup di rumah anaknya yang berjarak beberapa puluh meter dari rumah mereka. Keduanya terancam kehilangan mata pencaharian mereka setelah lokasi usaha meledak pada Jumat (13/08/2021) lalu.
Warti dan Rebo sendiri telah memproduksi tahu sejak tiga tahun lalu dan merupakan satu-satunya produsen tahu di Kalurahan Gedangrejo. Setiap harinya, ia mampu mengolah kedelai seberat 80 hingga 100 kilogram yang hasilnya dijual ke Pasar Kotagede.
Akibat meledaknya tabung uap di pabrik pembuatan tahu, mereka harus menelan kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Pasangan lansia ini juga bersiap kehilangan pelanggan karena tak bisa memenuhi permintaan mereka.
Meski audah beberapa hari berlalu namun mereka masih mengingat jelas suara dentuman ledakan tabung uap yang menghancurkan pabrik tahu mliknya. Saat itu, ada 3 karyawan yang tengah bekerja.
Salah satu pekerja bernama Wagino tak sempat menyelamatkan diri hingga mengalami luka di kepala akibat tertimpa atap rumah. Kondisi Wagino kini telah membaik setelah mendapatkan pengobatan dari tenaga medis.
"Dua anak saya dan tetangga sedang bekerja. Tetangga saya sampai luka bakar di tangannya," ujar dia, Selasa (17/8/2021).
Menurut warti, ledakan itu terjadi lantaran air di dalam tabung uap habis dan telat mengisinya sehingga tekanan gas dalam tabung meningkat dan meledak. Ledakan yang terjadi sendiri cukup dahsyat lantaran tabung tersebut terlempar sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Sambut HUT RI, Sopir Kendaraan Pengangkut Ayam Gelar Upacara Bendera di Lanud Gading
Akibat kerasnya ledakan, tembok dan atap rumah yang digunakan sebagai lokasi produksi tahu ini porak poranda. Selain dirinya, tetangganyapun kaget akibat kerasnya suara ledakan tersebut.
“Sangat keras ledakanya, sayapun langsung lemas karena mempunyai riwayat penyakit jantung,” kata Warti.
Menurut Warti, instalasi rangkaian tabung yang meledak harganya bisa mencapai puluhan juta. Jika ditambah dengan kerusakan bangunan, diperkirakan pasangan tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
“Satu tabung harganya sekitar Rp25 juta. hampir separuhnya rusak berat dan rata dengan tanah. Belum lagi kami kehilangan pendapatan yang tidak tahu sampai kapan. Kalau pendapatan kotornya sehari sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta,” ceritanya.
Pasca kejadian, Warti mengaku kebingungan untuk bisa mencari nafkah. Saat ini, tak ada pendapatan lain selain menjual tahu yang diproduksinya. Sehingga kemudian, dengan rusaknya sejumlah alat yang digunakan ini, ia tak tahu bagaimana caranya untuk melanjutkan usahanya.
Petugas Pelaksana Kapolsek Karangmojo, Iptu Rahyono mengakui terlambat mengetahui peristiwa tersebut. Karena kejadian naas yang menimpa pasangan lansia ini baru dilaporkan 2 hari kemudian.
Berita Terkait
-
Sambut HUT RI, Sopir Kendaraan Pengangkut Ayam Gelar Upacara Bendera di Lanud Gading
-
7 Pelajar Pelaku Perusakan Bendera Merah Putih di Gunungkidul Dikenakan Wajib Lapor
-
Bakar Daun Pintu, Pencuri SD N 1 Piyaman Gondol 3 Laptop Rusak
-
Gabut Lama Tak Sekolah, 7 Bocah SD Lakukan Perusakan Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul
-
Pamit ke Ladang, Kakek 63 Tahun di Playen Ditemukan Meninggal Saat Disusul Istri
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran