Kegiatan screening dan tracing TBC yang dihadiri oleh Menteri PMK Muhadjir Effendy sendiri digelar sebagai upaya untuk mengantisipasi pertambahan kasus Covid-19 yang rentan menyasar para penderita TBC. Di Mergangsan sendiri ada empat RW yang dilakukan screening. Hal itu menyusul adanya kasus Covid-19 yang sempat tinggi di kampung setempat.
Ketua RW 17, kampung Karanganyar, Mergangsan, Kusnanmajid menerangkan bahwa sebelumnya ada 30 warga yang terpapar Covid-19 di kampung dia. Sehingga saat ini pihaknya mengadakan kegiatan screening bagi warganya untuk mengetahui kondisi paru-paru mereka.
"Sasarannya ada 200 warga yang diperiksa. Sudah dari kemarin (Kamis) kami mulai dan terakhir hari Jumat ini," terang Kusnan ditemui lokasi.
Screening warga Karanganyar menggunakan mobil screening milik TB Zero Jogja yang diletakkan di dekat RHTP RW 17. Di dalamnya juga sudah tersedia digital ray yang berfungsi melihat kondisi paru-paru berupa gambar, termasuk komputer. Dari komputer di dalam mobil, terkoneksi langsung ke layar komputer milik dokter yang sudah di sediakan di sekitar mobil untuk mendiagnosa secara awal adakah potensi mengidap TBC.
Direktur TB Zero Jogja, dokter Rini Triarsih menerangkan bahwa armada screening bernama mobile health itu sudah dilengkapi alat rontgen (digital ray). Fungsinya sama, hanya saja sifatnya mobile dan bisa dipindah.
Screening yang dilakukan oleh mobile health itu kata Rini untuk mencari tahu dugaan warga terindikasi TBC atau tidak. Teknologi yang disematkan juga sudah berbasis Artificial Intellegent (AI).
"Jadi ini hanya untuk mencari tahu apakah memang ada arah warga ini mengalami TBC dilihat dari bentuk rontgen (paru-parunya). Jadi ini juga untuk meminimalisasi ketidaksetujuan antara dokter terhadap pembacaan Rontgen, karena interpretasi tiap dokter itu untuk membaca Rontgen sangat subjektif. Maka adanya AI ini membantu para dokter," katanya.
Terpisah, Menko PMK, Muhadjir Effendy mengapresiasi mobile screening yang dilakukan oleh TB Zero Jogja serta Pemkot Yogyakarta. Pihaknya akan mengkaji agar cara ini bisa diaplikasikan di wilayah lain.
"Akan saya kaji kalau memang sangat visible bisa didesiminasi, artinya bisa digunakan untuk wilayah-wilayah yang lain. Tentu akan kita pelajari mudah-mudahan bisa," kata dia.
Baca Juga: Ketemu Pemungut Barang Bekas Lagi Melamun, Gus Miftah Beri Uang Saat Hendak ke Jogja
Ia menjelaskan bahwa kasus TBC di Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah India. Pihaknya menyebut ada sekitar 860 ribu penderita TBC yang teridentifikasi, sisanya yang belum teridentifikasi sekitar 45-47 persen.
"Ya cukup besarlah, perlu diingat bahwa angka kematian akibat TBC itu masih lebih tinggi dibanding akibat Covid-19 kalau di Indonesia. Kita juga mencanangkan tahun 2030 Indonesia bersih dari TBC sesuai perintah bapak Presiden," kata Muhadjir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan