SuaraJogja.id - Penyekatan terus dilakukan oleh petugas gabungan di setiap Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) menuju ke pantai Gunungkidul. Hal ini dilaksanakan mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 masih berlangsung hingga tanggal 6 September 2021 mendatang.
Meski tinggal menghitung hari, tetapi banyak wisatawan yang tak sabar ingin berkunjung di Pantai selatan Gunungkidul. Sabtu (4/9/2021) ini, di pintu masuk seperti di TPR Pantai Baron, petugas jaga baik dari Polisi dan Sat Pol PP terlihat sibuk menghalau wisatawan yang datang untuk berkunjung.
Kendati demikian, tak sedikit pula wisatawan yang nekad menerobos dengan melalui jalur jalur kampung (jalur tikus) menuju pantai. Mereka menggunakan 'jasa' yang ditawarkan oleh warga setempat agar bisa lolos dari penyekatan.
Dari keterangan warga sekitar pantai di Gunungkidul yang enggan disebutkan namanya secara gamblang, salah satu modus yang digunakan adalah dengan janjian melalui media sosial seperti Facebook yang kemudian dilanjutkan saling tukar nomor handphone.
"Banyak yang lewat jalur alternatif menuju pantai. Warga sini sering menawarkan jasa kok," kata seorang warga yang tak mau disebut namanya.
Dia menuturkan, bahwa lewatnya para wisatawan di jalur alternatif tersebut dengan menyewa joki wisata yang merupkan warga sekitar kawasan pantai. Tak hanya itu, bahkan joki joki tersebut biasanya menghampiri wisatawan di suatu tempat atau menunggu jika ada wisatawan yang bertanya lokasi wisata.
Media ini kemudian berusaha mencermati akun facebook untuk mencari penawaran joki dari warga seputaran pantai Gunungkidul. Ternyata modus yang digunakan untuk menawarkan jasa mereka tidak secara terang-terangan dilakukan oleh warga seputaran pantai di Gunungkidul.
Dengan mengetik Pantai Gunungkidul di kolom pencarian di facebook maka akan muncul beberapa akun group tentang pantai Gunungkidul. Jika dibuka salah satu akun nanti akan muncul postingan yang menanyakan apakah pantai Gunungkidul sudah dibuka.
Jika dibuka satu persatu komentar netizen maka nanti akan muncul penawaran dari warga seputaran pantai Gunungkidul. Mereka menawarkan jasa bisa memasukan wisatawan dengan syarat tertentu.
Baca Juga: Korban Perahu Pecah Dihantam Gelombang Pantai Selatan Tulungagung Ditemukan Meninggal
"Jajan o ng nggon q mas, siap jemput gratis," tulis pemilik akun a**.
Tak hanya melalui akun media sosial, jasa memasukkan wisatawan juga bisa dijumpai di padukuhan tak jauh dari pantai. Wisatawan cukup menunggu di beberapa simpang sekitar beberapa kilometer sebelum pantai. Nanti warga akan menghampiri mereka dan menawarkan jasa dengan imbalan tertentu.
T warga Ngestirejo Kapanewon Tanjungsari mengakui untuk menuju kawasan pantai banyak jalur yang bisa dilalui. Seperti jalur pertanian yang biasanya digunakan para perani ladang untuk bertani. Namun, selama penutupan kawasan wisata di kawasan terabut membuat jalur tani tersebut dijadikan jalur alternatif menuju pantai.
"Biasanya untuk para petani mencari rumput maupun ke ladang, tapi akhir akhir ini ramai lalu lintasnya," paparnya.
Meningkatnya joki wisata di selatan Gunungkidul juga dirasakan pengelola pantai sendiri. Bowo Pambudi salah satu pemilik Vila di Kawasan wisata Sundak Gunungkidul menuturkan bahwa dengan adanya wisata masuk berarti ada lalu lintas ekonomi.
Dirinya menganggap fenomena Joki tersebut adalah wajar, sebab pengawasan dan penertiban meski sering dilakukan namun balum ada solusi terkait pembukaan kawasan wisata yang menjadi tulang punggung pendapatan warga pesisir pantai.
Berita Terkait
-
Korban Perahu Pecah Dihantam Gelombang Pantai Selatan Tulungagung Ditemukan Meninggal
-
Malioboro Mulai Ramai tapi Belum Ada Pengecekan Vaksin, Ini Kata Pemkot Jogja
-
Sudah Dibuka untuk Umum, Wisatawan Tak Boleh Berenang di Pantai Selatan Cianjur
-
Gunakan Joki, Ribuan Wisatawan Masuk DIY Lewat Jalur Tikus
-
DIY Akan Pasang PeduliLindungi di Semua Destinasi Wisata, Pengelola Didorong Segera Daftar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru