SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman kebut percepatan vaksinasi Covid-19 mencapai 70% pada akhir September 2021. Pemkab berharap dengan capaian tersebut, maka kekebalan imunal (herd immunity) bisa terwujud.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, vaksinasi di Sleman saat ini sudah sekitar 56,2%. Menurut dia, upaya mengejar target hingga 70% pada akhir September akan dilakukan lewat vaksinasi reguler dan sentra.
"Kami optimistis 70% vaksinasi tercapai pada akhir September," demikian ditekankan oleh Cahya, Senin (6/9/2021).
Cahya menekankan, seiring masih menanti terwujudnya kekebalan komunal dan capaian vaksinasi kepada 70%, Dinkes Sleman memohon agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Baik itu menggunakan masker dengan baik, cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dan menjaga jarak.
"Dengan demikian, Covid-19 bisa ditanggulangi. Dan kami minta warga segera vaksin," urainya.
Direktur Utama RSUD Sleman ini menjelaskan, dari kajian WHO, pandemi Covid-19 ini tidak akan berakhir, melainkan akan menjadi endemi dan masyarakat terbiasa dengannya, seperti halnya influenza. Namun demikian, vaksin dan penerapan prokes bisa membantu untuk menanggulanginya.
Kala ditanya perihal evaluasi PPKM yang sudah berjalan selama dua bulan belakangan, ia menilai dari segi penurunan kasus sudah cukup signifikan.
"Artinya PPKM sudah membuahkan hasil. Tinggal bagaimana mempercepat vaksinasi. Supaya nanti terjadi herd immunity dan anak-anak yang dan masyarakat di Sleman agar patuh prokes," terangnya.
Sementara itu, dalam penanganan kasus Covid-19, baik dari Dinkes sampai ke tingkat RT dan RW langsung melakukan tracing dan testing secepat mungkin, ketika ada kasus positif muncul.
Baca Juga: 6,22 Juta Warga di DKI Jakarta Telah Divaksin Dua Dosis
Tujuannya, agar tidak terjadi perluasan kasus dan dibawa ke isolasi terpadu (isoter). Serta mencegah munculnya klaster keluarga.
"Paling bahaya ini adalah klaster di rumah tangga, kalau mau ke isoter akan lebih aman. Karena dipantau oleh nakes," ucapnya.
Ketua Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19 DIY Sumadi mengatakan, timnya akan terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 seiring kasus yang meningkat. Sedikitnya, ada 15.000 orang divaksin dalam sehari di Sleman, sesuai arahan Menko Marves RI.
"Sekarang vaksinasi sudah 50 persen. Saya yakin di akhir September ini 70 persen bisa tercapai. Percepatan vaksin terus dilakukan, baik dari sentra vaksin masal maupun reguler di puskesmas dan faskes RS," ungkapnya.
Menurut Sumadi, kesadaran masyarakat untuk bisa menjalani isolasi di isoter, kala terinfeksi Covid-19, masih harus ditingkatkan.
Selama ini, masyarakat masih merasa khawatir tidak akan dirawat, tidak dipedulikan dengan baik bila dirawat di isoter. Padahal, dengan berada di isoter, kondisi kesehatan mereka terus dipantai, utamanya oleh orang-orang di bidang kesehatan. Dengan demikian, berada di isoter bisa mengurangi angka kematian akibat Covid-19. Tak sedikit kematian pada pasien Covid-19 terjadi karena pasien menjalani isoman di rumah.
Berita Terkait
-
6,22 Juta Warga di DKI Jakarta Telah Divaksin Dua Dosis
-
Perempuan Meninggal 3 Bulan Usai Vaksinasi, Pemerintah China Sebut Bukan karena Vaksin
-
Vaksinasi, Satu-satunya Cara Mendapatkan Herd Immunity untuk Keluar dari Pandemi
-
Percepat Herd Immunity, Jasa Rahaja Yogyakarta Kembali Gelar Vaksinasi Dosis Kedua
-
Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19 Afrika Baru Dua Persen, WHO: Ini Tidak Bisa Diterima
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara