SuaraJogja.id - Kapasitas tempat ibadah dibatasi sejak pandemi Covid-19 demi menghindari kerumunan. Untuk itu, banyak umat Katolik, terutama yang merantau, menjalankan ibadah bersama-sama melalui misa online dengan mengikuti video live streaming di YouTube.
Selama misa online, penerimaan Hosti Kudus pun tak bisa dilakukan secara fisik seperti pada Misa Kudus biasanya, sehingga praktik penerimaan komuni dilakukan secara spiritual melalui Doa Komuni Batin, atau Doa Komuni Spiritual.
Dengan kata lain, bagi kalangan umat Katolik yang belum bisa menyambut komuni secara nyata, atau sakramental, seperti saat misa online, Doa Komuni Batin didaraskan sebagai bentuk penerimaan komuni secara rohani.
Doa Komuni Batin sendiri secara umum bertujuan untuk menyatukan diri secara mendalam dengan Yesus Kristus dalam Ekaristi Kudus.
Praktik ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap keinginan Tuhan akan persatuan tersebut.
Meski begitu, penerimaan komuni secara spiritual melalui Doa Komuni Batin tetap mensyaratkan umat untuk mempersiapkan diri seperti saat mengikuti perayaan Ekaristi.
Berdasarkan terjemahan dari Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, berikut teks Doa Komuni Batin dari Santo Alfonsus Liguori:
Yesusku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Seolah-olah Engkau telah datang,
Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;
jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.
Selain itu, saat umat yang mengikuti Ekaristi secara langsung tengah mengikuti komuni, tak sedikit gereja yang menayangkan misa online lewat YouTube memutar lagu Komuni Spiritual.
Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Komentar SARA Misa Online, Gejayan Memanggil Soal Lomba Mural Dibungkam
Di bawah ini syair lagu Komuni Spiritual yang diterjemahkan dan diambil dari Doa Komuni Batin oleh Santo Alfonsus Ligouri, dengan melodi karya Damian Alma:
Yesusku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari s'galanya
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Karena Engkau hadir di sini,
aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu
Jangan biarkan aku terpisah dari pada-Mu.
Berita Terkait
-
Top 5 SuaraJogja: Komentar SARA Misa Online, Gejayan Memanggil Soal Lomba Mural Dibungkam
-
Misa Online di YouTube Diserbu Komentar SARA, Tuai Amarah Warganet Twitter
-
Jadwal Misa Online Pekan Suci Paskah 2021 Gereja-gereja di Indonesia
-
Jadwal Misa Online Pekan Suci Paskah 2021
-
Klarifikasi dan Informasi Resmi Gereja Katedral Akan Dibuka untuk Misa
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Diseret ke Isu Lain, Kuasa Hukum Sri Purnomo: Tanpa Bukti di Sidang, Itu Bukan Fakta Hukum
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut
-
Ada Bahasa Isyarat di Balik Harumnya Tembakau, Kisah Perjuangan Difabel Menembus Dinding Stigma