- Dinas Kesehatan Sleman mencatat 148 suspek campak Januari–Februari 2026, dengan 33 positif campak dan 4 positif rubella.
- Tahun 2025, terdapat 490 suspek, di mana 40 positif campak, tersebar tinggi di Depok dan Kalasan.
- Mayoritas kasus positif disebabkan anak belum imunisasi, sehingga Dinkes menggalakkan program KEJAR imunisasi sebelum Idulfitri.
SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat temuan 148 kasus suspek campak hanya dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menuturkan pada tahun 2025 kemarin tercatat ratusan suspek.
"Jumlah suspek campak tahun 2025 ada 490 kasus, dengan hasil pemeriksaan laboratorium, 40 positif campak dan 25 positif rubella," kata Yuli saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Disampaikan Yuli, puluhan kasus yang terkonfirmasi positif tahun lalu itu tersebar di beberapa wilayah.
"Jumlah kasus positif campak paling tinggi ada di kecamatan Depok dan kecamatan Kalasan," ucapnya.
Sementara itu, memasuki periode Januari hingga Februari 2026, grafik laporan suspek belum menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan uji klinis terbaru, puluhan pasien anak kembali dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.
"Sedangkan tahun 2026 sampai dengan bulan Februari terdapat 148 suspek campak dengan hasil laboratorium, positif campak 33 dan 4 positif rubella," ungkapnya.
Dinkes Sleman mengidentifikasi bahwa mayoritas pasien positif merupakan anak-anak yang melewatkan jadwal imunisasi dasar. Oleh sebab itu, Yuli mengimbau para orang tua untuk segera melakukan validasi mandiri terhadap status perlindungan anak mereka melalui dokumen medis yang ada.
"Kasus positif Campak yang terjadi di Kabupaten Sleman didominasi karena anak tidak mendapatkan imunisasi. Mengingat pentingnya imunisasi tersebut, maka bagi orang tua agar melihat kembali buku KMS-nya," tegasnya.
Baca Juga: Kasus Campak Masih Ditemukan, Dinkes Kota Jogja Dorong Orang Tua Penuhi Imunisasi Anak
"Jika imunisasi anaknya belum lengkap, segeralah menghubungi faskes terdekat untuk dilakukan imunisasi," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi mobilisasi massa saat mudik lebaran, Dinkes Sleman resmi terus menggalakkan program imunisasi.
Hal itu difokuskan untuk menutup celah kerentanan anak sebelum mereka berinteraksi dengan warga dari luar daerah yang mungkin membawa virus.
"Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan melaksanakan program KEJAR imunisasi (sebagai program pengendaliannya). Program ini menyasar anak yang belum lengkap imunisasinya agar dilengkapi terlebih menjelang hari libur Idulfitri," ujarnya.
Masyarakat diinstruksikan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, guna melengkapi dosis MR sesuai jadwal. Langkah ini dinilai krusial untuk membentengi Sleman dari risiko penularan lintas daerah.
Yuli menuturkan bahwa penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Sehingga penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi MR sesuai jadwal program pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal