SuaraJogja.id - Pelaku wisata di Kabupaten Bantul meminta ada kebijakan alternatif menyangkut penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini berfungsi melakukan screening kepada wisatawan yang akan masuk ke tempat wisata.
Namun sejauh ini destinasi wisata di Bantul yang memiliki kode batang (barcode) terkait dengan PeduliLindungi baru di Watu Lumbung Resort. Sebab, tempat itu salah satu dari 20 destinasi wisata yang boleh melakukan uji coba pembukaan wisata oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Untuk bisa memperoleh barcode pada PeduliLindungi pun tidak mudah. Dinas Pariwisata atau kelompok sadar wisata (Pokdarwis) harus mengajukannya ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ketua Koperasi Notowono Mangunan Purwo Harsono menuturkan, sampai sekarang belum ada pergerakan untuk menyiapkan PeduliLindungi di Hutan Pinus Mangunan. Pihaknya tidak mungkin melakukan pengadaan PeduliLindungi.
"Kami tidak mungkin pengadaan PeduliLindungi karena itu kan yang memfasilitasi pemerintah," ujarnya kepada SuaraJogja.id, Kamis (9/9/2021).
Menurutnya, penggunaan aplikasi tersebut bisa saja terkendala beberapa hal. Pertama soal sinyal yang belum merata dan tidak semua orang punya ponsel.
"Kalau karena kendala sinyal sulit diakses dan belum tentu semua orang punya ponsel. Apa iya kemudian tempat wisata tidak boleh bukan dan pengunjung tidak bisa masuk, itu kan aneh," ucapnya.
Untuk itu, sebagai gantinya wisatawan bisa masuk dengan menunjukkan bukti kartu sudah divaksin.
"Harus ada solusi terhadap kekurangan dari kewajiban itu (aplikasi PeduliLindungi). Caranya ya dengan menunjukkan kartu bahwa mereka sudah vaksin," katanya.
Baca Juga: Kominfo Minta Publik Waspadai Situs Palsu PeduliLindungi
Ipung, panggilan akrabnya, menyatakan bila Hutan Pinus Mangunan sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Sebelumnya, diketahui bahwa tempat wisata yang sudah punya sertifikat itu diizinkan untuk melakukan uji coba pembukaan kembali.
"Dengan aturan awal yang CHSE itu kami sudah punya. Cuma ternyata sekarang aturannya berubah lagi pakai aplikasi PeduliLindungi, padahal aplikasinya belum sampai ke sini," imbuhnya.
Dia berharap pemerintah bisa mengizinkan sejumlah tempat wisata melakukan uji coba. Menurutnya, pelaku wisata sudah terlalu lama bergelut dengan pandemi Covid-19.
"Pelaku wisata sudah berat menghadapi pandemi ini kalau harus menunggu tanpa kepastian bisa semakin stres. Sektor pariwisata sudah jadi mata pencaharian kami selama tiga tahun terakhir. Ini pandemi juga sudah hampir dua tahun," terang dia.
Berita Terkait
-
Kominfo Minta Publik Waspadai Situs Palsu PeduliLindungi
-
Skrining Awal, Pengunjung Ancol Wajib Pakai Aplikasi Pedulilindungi
-
DIY Belum Dapat Surat Resmi Uji Coba Buka 3 Destinasi Wisata: Kalau Mau Persiapan Silakan
-
Kata APPBI, Ini Alasan Perlunya Aplikasi PeduliLindungi untuk Bisa Masuk ke Mal
-
ID-IGF Ungkap 15 Masalah Aplikasi PeduliLindungi, Termasuk Belum Terdaftar di Kominfo
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa