SuaraJogja.id - Putri bungsu Sri Sultan HB X sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata (DIY) GKR Bendara mengakui sulit mendapat sinyal kala meninjau Hutan Pinus Sari Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul pada Rabu (22/9/2021). Untuk bisa menyelesaikan kendala tersebut butuh peran dan Kominfo Bantul.
"Itu harus kerja sama dengan Kominfo Bantul, beberapa waktu lalu saya sempat ketemuan dengan mereka terkait hal itu. Saya jujur juga mengalami susah sinyal," katanya.
Ia menyampaikan bahwa setiap daerah objek wisata (obwis) butuh sinyal yang cukup kuat. Sebab, anak muda zaman sekarang kerap mengunggah foto ataupun video saat berkunjung ke tempat wisata.
"Butuh sinyal yang cukup kuat karena untuk bisa update di Instagram maupun media sosial lainnya. Karena generasi milenial tidak bisa jauh dari internet, kalau enggak ada sinyal seperti jauh dari dunia," terangnya.
GKR Bendara mengimbau pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan agar bisa berkolaborasi dengan salah satu provider internet. Dia menyebut seperti di Tebing Breksi, Sleman yang sudah punya nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan salah satu provider.
"Di sana (Tebing Breksi) sudah ada MoU dengan provider internet langsung. Monggo di sini bisa seperti itu juga," ucap dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul siap memasang jaringan kabel fiber optik (FO) guna memperkuat sinyal, khususnya untuk wisatawan yang akan mengakses PeduliLindubgi. Namun demikian, butuh biaya yang tidak sedikit untuk memasangnya.
"Kami siap untuk mendukung pemasangan FO di Hutan Pinus Sari Mangunan. Karena hal itu bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis.
Dia mengatakan bahwa Kominfo Bantul akan mengajukan anggaran sekitar Rp260 juta untuk mendukung program itu. Meskipun demikian, pihaknya belum tahu detail anggaran yang diperlukan guna memasang kabel FO.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata DIY Diujicoba Buka, Singgih: Harus Pastikan Jaringan Internet Stabil
"Tapi sampai sekarang belum tahu berapa detailnya. Itu bagian dari pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, kami pasti akan mendukung," paparnya.
Berita Terkait
-
7 Destinasi Wisata DIY Diujicoba Buka, Singgih: Harus Pastikan Jaringan Internet Stabil
-
Pemkab Bantul Siap Perkuat Jaringan Sinyal di Hutan Pinussari Mangunan
-
Aturan Ganjil Genap Berlaku di Hutan Pinus Mangunan, Berpotensi Kurangi Jumlah Wisatawan
-
Aturan Masuk Hutan Pinus Mangunan Ketat, Pengelola Khawatir Soal Ini
-
Uji Coba Pembukaan Hutan Pinussari Mangunan, Wabup Bantul Cerita Soal Wisatawan Kecele
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta