SuaraJogja.id - Sekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Pol Agung Makbul meminta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Jalan Raya Jogja-Solo KM.10, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman untuk meningkatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Kalau saya lihat kunjungan di sini sudah memenuhi standar SOP yaitu WBK. Dan tentunya dari WBK akan meningkat ke WBBM," katanya di sela-sela kunjungan kerjanya pada Jumat (24/9/2021) sore.
Ia berharap Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta bisa mendapat predikat WBBM. Meski begitu, ini tidak mudah karena harus ada sejumlah ketentuan yang dipenuhi.
"Untuk bisa menjadi WBBM ada tim. Tim ini dari berbagai macam kementerian dan lembaga, mereka akan menila SDM, inovasi, operasional izin, hingga sistem digital apakah sudah berjalan," jelasnya.
Apabila hal itu sudah berjalan maka bisa saja menjadi WBBM. Dampaknya, akan mendapat tunjangan kinerja bisa mencapai 100 persen.
"Khususnya kepada petugas-petugasnya yang sudah diberikan WBK ditingkatkan ke WBBM. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi," katanya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady menambahkan, Menkopolhukam Mahfud MD bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X mencanangkan DIY sebagai daerah bebas pungutan liar atau pungli. Menurutnya, hal ini harus disikapi dengan serius.
"Jadi mulai dari aparatur tertinggi yaitu Gubernur DIY sampai ke level paling bawah," ujarnya.
Andry mengatakan, fokus dalam saber pungli bukan kepada suap atau gratifikasi yang sifatnya lebih masif. Suap yang dimaksud ialah pungli yang terjadi di tempat pelayanan publik.
Baca Juga: Tim Saber Pungli Polda Sumut OTT Kades Besilam
"Imigrasi adalah salah satu yang jadi sorotan dari pemerintah maupun satgas pungli Polda DIY," katanya.
Untuk itu, salah satu contohnya yang mereka lakukan ialah berkunjung ke kantornya. Pihaknya sudah menunjukkan ke satgas saber pungli.
"Kami sudah tunjukkan bahwa dari awal berkomitmen dengan predikat WBK yang dimiliki sejak 2020. Tahun ini kami semakin mantap untuk menuju WBBM," paparnya.
Karena itu, lanjutnya, tujuan dari pembangunan WBK dan WBBM serta saber pungli pun saling berkelindan. Sehingga penguatan dari saber pungli akan bermanfaat untuk penilaian dalam rangka pembangunan.
Selain itu, jajarannya diimbau untuk membuka semua saluran pengaduan. Jangan sampai terlena lantaran sudah merasa bagus lantas tidak memperhatikan apa yang terjadi di bawah.
"Irjen Pol Agung meminta semua pengaduan atau hotline tetap dibuka. Jangan sampai nanti proses kami sudah bagus tetapi ternyata masih ada pengaduan yang kurang baik," paparnya.
Berita Terkait
-
Wamenkumham Berharap Tahun Ini Kantor Imigrasi Yogyakarta Dapat WBBM
-
Pandemi Covid-19, Permohonan Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Banda Aceh Minim
-
Cerita Diplomat Nigeria Pukul Petugas Kantor Imigrasi Jaksel, Berakhir Damai
-
Kepala Kantor Imigrasi Jaksel Akui Oknum Pegawainya Diduga Aniaya Diplomat Nigeria
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Anti Hujan! 10 Destinasi Wisata Indoor Jogja Paling Asyik untuk Liburan Keluarga
-
3 Rekomendasi SUV Bekas, Type Premium Bisa Dibawa Pulang dengan Modal Rp80 Jutaan
-
Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok
-
Harda Kiswaya di Persidangan: Hibah Tak Pernah Dikaitkan Pilkada
-
7 Fakta Panas Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bupati Harda Kiswaya Terlibat?