SuaraJogja.id - Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Bambang Agus Kironoto memastikan tetap akan memfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa-mahasiswa UGM dari luar kota yang belum divaksin. Hal ini sebagai upaya mendukung kuliah tatap muka yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Walaupun memang sebenarnya, kata Bambang, vaksinasi di UGM sendiri sudah dimulai cukup lama. Bahkan hingga saat ini sudah hampir semua dosen dan pegawai UGM telah mendapatkan vaksin.
"Sebenarnya vaksin sudah kita mulai cukup lama (vaksinasi). Untuk dosen dan pegawai bisa dikatakan semua sudah kecuali yang memang secara medis itu belum diizinkan," kata Bambang kepada awak media, Sabtu (9/10/2021).
Tidak hanya dosen dan para pegawai saja yang mendapatkan fasilitas vaksinasi. Ada pula kemudian keluarga dari dosen hingga mahasiswa yang memang berada di sekitar lingkungan kampus.
"Kemudian para keluarga dari dosen tadi juga sudah kami vaksin semua, mahasiswa yang berada di lingkungan Jogja itu hampir semua sudah," tuturnya.
Disampaikan Bambang, mahasiswa UGM yang khusus berada di Jogja dan sudah mendapatkan vaksinasi itu pun cukup banyak. Sebab pihak kampus juga terus aktif meminta mereka yang berada di Jogja khususnya untuk ikut mendaftar vaksinasi.
"Artinya kita membuat edaran, mengonfirmasi melalui WA, surat-surat itu mereka kita minta untuk mendaftar (vaksin). Itu kurang lebih ada 6 ribuan (mahasiswa di Jogja yang sudah divaksin)," ujarnya.
Guna mendukung rencana kuliah tatap muka dalam waktu dekat, UGM juga telah menyiapkan sistem yang akan bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa. Berkaitan untuk mengetahui status yang bersangkutan sudah mendapatkan vaksin atau belum.
"Nah untuk yang berada di luar Jogja ini memang belum tetapi begitu nanti datang kami menyiapkan sistem dengan barcode. Nanti pada waktu mahasiswa mau kuliah itu diminta absen dengan sidik jari terus di hp ada barcode yang nanti kita punya datanya sudah tervaksin atau belum, kalau belum nanti akan kita vaksin," paparnya.
Baca Juga: Fakultas Filsafat UGM Gelar Kuliah Tatap Muka Mulai Semester Depan
Sebelumnya kuliah tatap muka di Universitas Gadjah Mada sendiri (UGM) direncakan bakal dimulai pada 18 Oktober 2021 mendatang. Tepatnya setelah masa ujian tengah semester (UTS) berakhir untuk semester ini berakhir.
"Tatap muka itu sudah kita rencanakan tanggal 18 Oktober 2021. Kita sudah kuliah 7 minggu (semester ini), terus dua minggu ini untuk UTS lalu masuk setelah UTS itu kita merencanakan kuliah tatap muka terkendali," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono.
Berita Terkait
-
Serahkan Bantuan Bus Listrik dan Microbus, Airlangga Supiri Rektor UGM hingga Mensesneg
-
Fakultas Filsafat UGM Gelar Kuliah Tatap Muka Mulai Semester Depan
-
Jabat Dekan Fakultas Filsafat UGM, Siti Murtiningsih Sebut Ada PR yang Harus Diselesaikan
-
Dilantik Jadi Dekan Fakultas Filsafat UGM, Siti Murtiningsih Beberkan Program Terdekat
-
Sosok Siti Murtiningsih Dekan Perempuan Kedua Fakultas Filsafat UGM
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC