SuaraJogja.id - Jumlah pengunjung di salah satu objek wisata di Sleman sudah mulai meningkat. Kendati demikian, hingga kini anak di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan memasuki objek wisata.
Pengelola Tebing Breksi Kholiq Widianto menjelaskan, saat ini kenaikan jumlah pengunjung sudah cukup tinggi, tercatat pada akhir pekan Tebing Breksi dikunjungi 1.000 wisatawan. Jumlah ini melonjak dibanding pada pertengahan September lalu, awal uji coba dilakukan. Saat itu jumlah pengunjung hanya sekitar 500 orang.
"Usia di bawah 12 tahun belum boleh masuk, harapan kami segera diperbolehkan," kata dia, Senin (11/10/2021).
Menurut Kholiq, bila akhirnya pengunjung anak-anak diperbolehkan masuk tak ada kendala berarti yang akan ditemui pengelola.
"Toh mereka berwisata juga dibawa oleh orang tuanya atau keluarganya, selama ini saya rasa tidak ada anak di bawah 12 tahun kok piknik sendiri," ungkapnya.
Kendati sudah ada peningkatan jumlah pengunjung, masih ada wisatawan yang tidak diperbolehkan memasuki lokasi objek wisata. Alasannya masih sama seperti sebelumnya, mereka enggan memindai kode batang aplikasi Pedulilindungi, belum vaksin dan beberapa di antaranya nekat membawa serta anak usia di bawah 12 tahun.
Melihat kondisi saat ini, tim di lapangan terus bersiap memberikan pelayanan lebih baik dari waktu ke waktu. Sehingga, tatkala nanti kunjungan meningkat, maka pihak pengelola Tebing Breksi sudah punya persiapan perencanaan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono menyebutkan, saat ini objek wisata masih belum diperkenankan untuk dikunjungi anak usia di bawah 12 tahun. Hal itu dikarenakan Pemerintah Kabupaten Sleman memilih berhati-hati dalam mengambil keputusan tersebut.
"Diskresinya baru sebatas statement, kami menunggu tertulisnya," kata dia.
Baca Juga: Sejumlah Puskesmas Sleman Mulai Beri Suntikan Pfizer, Masih Ada Masyarakat yang Takut
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
-
Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
-
Leo Pictures Gelar Gala Premiere Terbesar: 'Jangan Buang Ibu' Bakal Sentuh Hati Penonton Indonesia
-
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Kurs Kembali ke Rp15 Ribu