Sarekat Islam (SI) merupakan perkumpulan para pedagang yang sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam yang dipelopori KH Samanhudi, seorang pengusaha batik dari Laweyan Solo (1911).
Awalnya sarekat dagang Islam dibentuk untuk melindungi usaha lokal agar bisa bersaing dengan pengusaha non lokal yang memonopoli perdagangan batik. Kemudian pada 1912 organisasi ini diubah menjadi Serekat Islam dibawah kepemimpinan H.O.S Tjokroaminoto.
Sejak saat itu, organisasi fokus pada masalah keagamaan. Selain itu juga mengembangkan ekonomi Islam. Organisasi ini semakin besar dan membuat Belanda khawatir karena bisa membahayakan kedudukan pemerintah Belanda.
Namun pada 2021, SI terpecah menjadi dua kubu karena penyusupan paham sosialis-komunis, yakni si putih dan si merah. Si putih berpusat di Yogyakarta dengan tokoh H. Agus Salim dan Abdul Muis.
Sedangkan Si Merah berpusat di Semarang dan berhaluan komunis. Adapun tokoh yang tergabung yakni Semauan, Alimin dan Darsono.
Indische Partij didirikan di Bandung pada 1912. Adapun pendiri organisasi ini yakni Ernest Eugene Francois Douwes Deker atau Dr. Danudirja Setiabudi, dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryamingrat atau Ki Hajar Dewantara. Pendiri ini dikenal dengan sebutan tiga serangkai.
Organisasi yang bergerak di bidang politik ini sangat berani mengkritik kolonial Belanda. Karena keberaniannya, pada 4 Mei 1913, Indische Partij dianggap sebagai partai terlarang. Para pendirinya diasingkan ke Belanda.
Meski usia organisasi ini pendek, tapi anggaran dasarnya dijadikan sebagai peletak dasar politik Indonesia dengan status campiran antara orang asing dan pribumi.
Baca Juga: Sejarah Perjanjian Roem-Royen, Isi Serta Implikasinya Pada Kemerdekaan Indonesia
Perhimpunan Indonesia awalnya didirikan oleh Belanda dengan nama Indische Vereeniging pada 1908. Organisasi ini didirikan oleh Soetan Kasajangan Soripada dan RM Noto Suroto.
Pada 1923, organisasi ini justru berjuang dari jauh untuk mempelopori kemerdekaan Indonesia. Kemudian pada 1925, Indische Vereeniging berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan identitas diri bangsa dan negara.
Adapun tokoh yang tergabung dalam organisasi ini yakni Mohammad Hatta, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryamingrat. Perhimpunan Indonesia mempunyai azas perjuangan dengan kekuatan sendiri tanpa meminta ke kolonial Belanda.
5. Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV)
ISDV merupakan organisasi yang didirikan oleh Henk Sneevliet, seorang anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda, pada 9 Mei 1914. Organisasi ini menganut paham marxsisme.
Tag
Berita Terkait
-
Peringatan Megawati Buat Dunia: Penjajahan Kini Hadir Lewat Algoritma dan Data
-
Bahasa Portugis Masuk Sekolah? Ini Fakta-fakta Mengejutkan Jejak Portugis di Indonesia
-
Tak Mau Kebobolan Lagi, Komisi I DPR Desak Pemerintah Tolak Atlet Israel Bertanding di Indonesia
-
Sakura Jayakarta: Bunga yang Tumbuh di Tengah Bara Penjajahan
-
Presiden Prabowo: Pemimpin Tidak Pandai Akan Ciptakan Kemiskinan
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun