Dalam lambang gelang itu ada gelang berbentuk persegi dan berbentuk lingkaran. Gelang berbentuk persegi menggambarkan pria. Sementara, gelang berbentuk lingkaran menggambarkan wanita. Nilai yang termaktub dalam lambang ini adalah antarmanusia antarbangsa harus saling kasih sayang, saling mencintai, tidak semena-mena, tenggang rasa, dan saling menghormati.
Lambang pohon beringin mencerminkan sila ke-3 Pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia. Pohon beringin dengan nama latin Ficus Benjamina itu merupakan pohon Indonesia yang berakar tunggal panjang yang masuk ke dalam tanah sangat dalam menunjang pohon beringin yang berukuran sangat besar.
Hal ini menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia. Sementara akar-akar yang menggelantung dari ranting pohon mencerminkan Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan namun memiliki berbagai latar belakang budaya yang beragam. Nilai yang terkandung adalah saling melindungi, rela berkorban, cinta pada Tanah Air, sekaligus bangga sebagai bangsa Indonesia dengan budaya bangsanya.
Baca Juga: Satu Jam Bendera Bintang Kejora Berkibar di Manokwari
Lambang kepala banteng berlatar berwarna merah mencerminkan sila ke-4 Pancasila yang berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Banteng adalah hewan yang gemar berkumpul.
Hal ini menggambarkan seperti manusia dalam proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah, berkumpul bersama untuk memecahkan suatu persoalan. Nilai yang terkandung, antara lain demokrasi persamaan, mengutamakan kepentingan negara, gotong-royong, musyawarah mufakat, serta kesantunan dalam menyampaikan pendapat.
Lambang padi dan kapas mencerminkan sila ke-5 Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas menjadi simbol pangan dan sandang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia tanpa melihat status ataupun kedudukannya.
Baca Juga: Bendera Bintang Kejora Berkibar di Menara BTS, Telkomsel: Bukan Milik Kami
Sila ini memberikan semangat dan motivasi para pemimpin serta semua unsur masyarakat demi kemakmuran dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai yang termaktub dalam sila ini adalah keadilan, gotong-royong, saling tolong-menolong, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian.
Berita Terkait
-
Kuasa Dicabut, Razman Arif Nasution Tak Lagi Jadi Pengacara Vadel Badjideh
-
Vadel Badjideh di Penjara, Lebaran Keluarga Badjideh Terasa Hampa
-
Penjara Tak Jadi Penghalang Vadel Badjideh Santap Opor Favorit Saat Lebaran
-
Profil dan Karier Sidik Eduard: Bintang FTV yang Kini Jualan Baso Aci di Pinggir Jalan
-
Alun-Alun Pancasila Kebumen, Destinasi Buka Puasa yang Anti-Mainstream!
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan