SuaraJogja.id - Revitalisasi Benteng Wetan Keraton Yogyakarta Mulai dilanjutkan. Rencananya akan diproyeksikan bisa menarik dan meningkatkan pariwisata. Kendati demikian harus ada nilai edukasi jika memang tujuannya mengarah pada pariwisata di Kota Jogja.
Arkeolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Inajati Adrisijanti mengatakan bahwa revitalisasi bangunan cagar budaya itu bisa saja dilakukan Pemda dan Keraton. Namun perlu adanya kajian kelayakan termasuk memperhatikan kelestarian budayanya.
"UU nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, di sana dijelaskan bangunan cagar budaya bisa dimanfaatkan, salah satunya tadi untuk kepentingan pariwisata. Tapi tetap menjaga kelestarian dan perlindungan cagar budayanya," terang Inajati ditemui SuaraJogja.id, di Kantor Kedaulatan Rakyat, Rabu (20/10/2021).
Ia mengatakan bahwa pariwisata juga harus memperhatikan pendidikan. Orang harus msngetahui sejarah dan pentingnya bangunan itu.
Baca Juga: Diisi Akademisi hingga Seniman, Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Dikukuhkan
"Seperti kemarin, saya memberi pelatihan kepada pemandu wisata di (candi) Borobudur. Jangan sampai wisatawan nanti datang hanya foto, beli souvenir, lalu pulang," terang dia.
Hal itu, menurut Inajanti penting karena setiap bangunan bersejarah memiliki nilai yang harus dipahami oleh masyarakat. Tidak hanya warga Jogja tapi seluruh masyarakat dan di wisatawan asing.
"Kalau di Borobudur itu ada relief-relief. Nah itu yang banyak yang harus dijelaskan oleh pemandu wisata, agar masyarakat juga memahami. Kalau wisatawan asing, mereka datang sudah membawa buku tentang Borobudur. Nanti mereka mencari tahu lewat buku itu," jelas dia.
Meski bisa menjadi penguatan pariwisata di Kota Jogja, pembangunan dan renovasi benteng keraton juga harus melihat lingkungan sosial warga. Apalagi warga yang berada di dalam benteng seperti Jalan Kenekan dan Jalan Mangunnegaran Wetan harus segera pindah pada Desember 2021.
"Maka harus diperhitungkan pengeluaran sosialnya (untuk warga), pengeluaran ekonomi. Terus terang saya tidak tahu status tanah di sekitar benteng. Namun jika memang akan direnovasi seperti dulu, berapa warga yang akan kena?," ujar dia.
Baca Juga: Dipermalukan PSIM Yogyakarta, AHHA PS Pati Diledek Warganet: Otw Liga 3
Revitalisasi benteng Keraton, menurut Dosen Pascasarjana UGM itu sudah menjadi keputusan Keraton dan Pemda DIY. Namun ia memberi masukan agar tidak ada yang terdampak dengan revitalisasi tersebut.
"Pemerintah bisa membuat video pendek yang menggambarkan benteng termasuk Jogja zaman dahulu. Atau membuat miniatur yang nantinya bisa diketahui wisatawan saat berkunjung ke Keraton. Dalam ilmu kami ada rekonstruksi di atas kertas, jadi tidak direalisasikan," terang dia.
Dengan adanya miniatur atau maket berbentuk benteng itu, segaris dengan rencana Pemda dan Keraton jika ingin mengarahkan revitalisasi benteng ke pariwisata.
"Ketika mereka datang bisa mengetahui bentuk benteng seperti apa. Di sana juga diberi penjelasan. Wisata dan nilai edukasinya dapat sesuai uu Cagar Budaya itu," kata dia.
Berita Terkait
-
Jakarta Aquarium Safari Edukasi dan Hiburan Satwa Laut di Tengah Kota, Cek Harga Tiket 2025
-
Top 5 Game Edukasi dan Kuis 2025: Belajar Jadi Seru!
-
Urban Farming Center, Tempat Wisata Edukasi Cocok untuk Wisata Anak Sekolah
-
5 Game Islami: Edukasi dan Hiburan di Bulan Ramadan
-
Puasa Lancar, Nilai Juga Aman: Pentingnya Edukasi Gizi untuk Pelajar Selama Ramadan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan