SuaraJogja.id - Tempat wisata di Kabupaten Bantul dibuka kembali sejak Rabu (20/10/2021) menyusul penurunan level PPKM di DIY. Dengan demikian, wisatawan yang akan masuk ke tempat wisata harus membeli tiket saat berada di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul Markus Adi Purnomo menyampaikan, selama lima hari pembukaan tempat wisata hingga Minggu (24/10/2021) tercatat ada 47.767 wisatawan. Itu berdasarkan jumlah kunjungan di tujuh objek wisata.
"Tujuh tempat wisata yang dikunjungi Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Baru, Pantai Samas, Pantai Sebelah Barat, Gua Selarong, dan Gua Cerme," katanya kepada SuaraJogja.id, Senin (25/10/2021).
Selama lima hari itu, sambungnya, total pendapatan dari penjualan tiket masuk mencapai sekitar Rp464 juta. Ini tentu menambah pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Bantul.
"Tentu saja itu menambah pemasukan PAD Bantul. Pada hari ini saja pendapatannya kurang lebih Rp189 juta," tambahnya.
Ia menyebutkan, dari tujuh objek wisata tersebut, Pantai Parangtritis paling banyak dikunjungi wisatawan. Pada Minggu (24/10/2021) kemarin total ada 19.492 wisatawan.
"Dari jumlah tersebut, wisatawan yang datang ke Pantai Parangtritis sebanyak 15.900 orang. Lalu ada Pantai Sebelah Barat dikunjungi 3400 orang, Gua Selarong ada 180 wisatawan, dan Gua Cerme 12 orang," katanya.
Adapun wisatawan yang datang paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
"Wisatawan dari wilayah DIY sendiri enggak terlalu banyak. Yang dominan ya dari tiga provinsi itu," ujar dia.
Baca Juga: Kesembuhan COVID-19 Capai 97 Persen, Bupati Bantul Justru Minta Masyarakat Makin Waspada
Kebijakan ganjil genap di objek wisata, menurutnya, tidak terlalu mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Sebab, bila dilihat sebelum PPKM, jumlah wisatawan yang datang sama.
"Hari minggu kemarin dikunjungi oleh sekitar 19.000 lebih wisatawan. Kalau dilihat sebelum adanya kebijakan PPKM juga segitu datanya."
"Karena kalau misal di Pantai Parangtritis memberlakukan kebijakan pelat nomor genap, maka yang kendaraannya berpelat nomor ganjil bisa ke pantai di sebelah barat," tuturnya.
Naik atau turunnya jumlah wisatawan baru akan terlihat pengaruhnya saat libur panjang.
"Seandainya hari seninnya libur, mungkin perbandingan jumlah wisatawan yang datang baru ketahuan naik atau turun," ujarnya.
Bagi wisatawan yang akan berlibur ke Bumi Projotamansari, harus sudah divaksin Covid-19. Selain untuk melindungi diri, tanda bukti sudah divaksin Covid-19 bisa digunakan untuk masuk ke tempat wisata.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Kawal Aksi Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Situasional
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026
-
Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong