SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman resmi melepas kontingen Kabupaten Sleman untuk mewakili DIY dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang ke-XVI Papua. Tahun ini kontingen Bumi Sembada terdiri atas 24 atlet, 6 pelatih dan 2 ofisial tim.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang melepas kontingen Sleman itu mengucapkan atas kerja keras semua pihak yang sudah akhirnya berhasil dinyatakan lolos seleksi untuk National Paralimpic Committee Kabupaten Sleman Tahun 2021.
“Untuk itu, tercurah harapan kepada saudara-saudara sekalian untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam PEPARNAS XVI yang diselenggarakan di Papua Tahun ini,” kata Danang saat pelepasan di Pendopo Parasamya, Senin (25/10/2021).
Dalam kesempatan ini Danang tidak hanya melepas secara simbolis kontingen paralimpik Sleman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman turut menyerahkan uang saku tambahan kepada para atlet.
Uang saku tambahan itu yang mencapai total Rp48 juta itu akan dibagikan sebesar Rp1,5 juta ke masing-masing atlet. Pemberian uang saku itu sebagai bentuk dukungan dan perhatian Pemkab Sleman kepada atlet paralimpik.
“Jangan lihat nominalnya, tapi ini bentuk dukungan dan perhatian kepada seluruh atlet kebanggaan Sleman,” ujarnya.
Danang berharap semua atlet dapat berlaga dengan optimal dan mengerahkan segala potensinya dalam ajang Peparnas yang akan dimulai pada 2-15 November 2021 mendatant. Sehingga para atlet kebanggan Sleman itu bisa mencapai prestasi terbaik mereka.
Terlebih dengan bekal latihan yang selama ini dilakukan sebagai bentuk persiapan para atlet. Ia mengaku optimis dengan peluang atlet Sleman yang meraih medali nantinya.
“Berbekal latihan dan pendampingan dari para pelatih serta kemampuan yang saudara semua miliki saya optimis atlet Sleman mampu meraih medali pada ajang tersebut,” tuturnya.
Baca Juga: Berpenumpang 90 Persen Kapasitas, Dua Bus Pariwisata Diputar Balik Saat Masuk Sleman
Sementara itu, Ketua National Paralympic Comittee (NPC) Kabupaten Sleman Suwartoyo menjelaskan kontingen Kabupaten Sleman yang berangkat ke ajang Paparnas ke XVI mewakili DIY ada sebanyak 32 orang dengan berbagai cabang olaharaga (cabor) yang akan diikuti.
Ia merinci tahun ini ada kontingen yang berangkat di antaranya adalah atlet cabor atletik sebanyak 3 orang, ada bulutangkis sebanyak 3 orang, panahan 6 orang, tenis kursi roda 7 orang, tenis meja 5 orang.
"Sedangkan di luar atlet ada pelatih sejumlah 6 orang dan ofisial 2 orang," ujar Suwartoyo.
Suwartoyo menuturkan para atlet telah melalui persiapan yang panjang sebelum akhirnya bisa berangkat ke Peparnas Papua. Setidaknya sudah semenjak 3 tahun lalu para atlet telah digembleng mulai dari Pelatda, pemeriksaan kesehatan, dan klasifikasi cabor yang diikuti atlet.
"Kalau target yang oleh DIY 15 medali emas. Kami optimis bisa mencapai atau bisa melampaui target 15 medali emas,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja