Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:42 WIB
Janda bolong (Instagram @winniez89)

Jaringan epidermis berfungsi dalam melindungi bagian dalam organ. Sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Maka jaringan ini berada di permukaan atas dan permukaan bawah daun.

Jaringan epidermis juga berfungsi untuk membatasi transpirasi atau penguapan air dan perubahan temperatur dan perubahan temperatur. Biasanya sel ini berbentuk segi empat jika dilihat dari samping berjajar homogen.

Ciri-ciri jaringan epidermis yaitu:

  • Terdiri dari satu lapis sel tunggal
  • Bentuk, ukuran dan susunannya beragam
  • Tidak memiliki klorofil
  • Dinding sel bagian luarnya mengalami penebalan
  • Dinding sel bagian dalam lebih tipis

3. Jaringan Parenkim

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Jangan Cuma Jadi Konsumen di tengah Pengembangan 5G

Jaringan parenkim juga disebut dengan jaringan dasar, karena dimiliki oleh semua tumbuhan. Bahkan sebagian besar tubuh tumbuhan juga terdiri dari jaringan parenkim. Jaringan ini ditemukan di akar, batang, daun, xylem hingga floem.

Saat suatu bagian pada organ mengalami kerusakan, jaringan ini akan menggantikannya dengan jaringan baru. Sel-sel dalam jaringan ini berperan dalam proses fotosintesis, sekresi, respirasi dan menyimpan cadangan makanan serta air.

Di dalam tumbuhan air, jaringan ini bisa mengalami modifikasi menjadi jaringan aerenkim yang mempunyai rongga-rongga udara antara sel-selnya. Jaringan ini sering mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu.

4. Jaringan Penyokong

Pada tumbuhan, jaringan penyokong dibagi menjadi dua, yakni jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada tumbuhan. Fungsi jaringan ini sebagai penopang bagi organ-organ muda.

Baca Juga: Pengguna Jaringan 5G Meningkat di Indonesia, Harga Ponsel Diharapkan Turun

Di jaringan kolenkim, sudut dinding sel dan selusonya lebih tebal dibandingkan jaringan lain. Jaringan ini tidak memiliki protoplas dan dinding sekunder. Namun dinding primernya mengalami penebalan.

Load More