Saat suatu bagian pada organ mengalami kerusakan, jaringan ini akan menggantikannya dengan jaringan baru. Sel-sel dalam jaringan ini berperan dalam proses fotosintesis, sekresi, respirasi dan menyimpan cadangan makanan serta air.
Di dalam tumbuhan air, jaringan ini bisa mengalami modifikasi menjadi jaringan aerenkim yang mempunyai rongga-rongga udara antara sel-selnya. Jaringan ini sering mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu.
Pada tumbuhan, jaringan penyokong dibagi menjadi dua, yakni jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada tumbuhan. Fungsi jaringan ini sebagai penopang bagi organ-organ muda.
Di jaringan kolenkim, sudut dinding sel dan selusonya lebih tebal dibandingkan jaringan lain. Jaringan ini tidak memiliki protoplas dan dinding sekunder. Namun dinding primernya mengalami penebalan.
Sedangkan jaringan sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang ada di bagian tumbuhan dewasa atau tua. Berdasarkan bentuknya, jaringan ini ada dua, fiber dan sklereid.
Jaringan ini berfungsi untuk mengangkut hasil makanan serta zat-zat sejenis ke seluruh tubuh tanaman. Jaringan pengangkutnya dibagi dua, xilem dan floem.
Xilem juga disebut pembuluh kayu, yakni jaringan pengangkut pada tumbuhan yang membawa air dan garam mineral dari akar ke bagian tumbuhan lainnya. Air serta garam yang difungsikan dalam fotosintesis dibawa xilem ke daun.
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Jangan Cuma Jadi Konsumen di tengah Pengembangan 5G
Sedangkan floem yang juga disebut pembuluh tapis merupakan jaringan tumbuhan yang mengangkut hasil fotosintesis berupa karbohidrat ke seluruh bagian tumbuhan lain.
Demikian jaringan pada tumbuhan beserta jenisnya. Cukup banyak juga ya jaringan di dalam tumbuhan yang bisa dipelajari.
Kontributor : Muhammad Aris Munandar
Tag
Berita Terkait
-
Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS
-
Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT
-
Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
Ookla Nobatkan XL sebagai Best Mobile Network Indonesia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga