Sama dengan Gapura Wringin Lawang, Gapura Bajang Ratu juga terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Menurut Kitab Negarakertagama, gapura yang dibangun pada abad ke-14 Masehi ini merupakan pintuk masuk ke bangunan suci yang memperingati wafatnya Raja Jayanegara.
Struktur bangunan Gapura Bajang Ratu berbentuk vertikal dengan tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap. Jika dilihat dari atas, gapura tersebut memiliki bentuk segi empat dengan Panjang 11.5x10.5 meter, Lorong 1.4 meter dan tinggi 16.5 meter.
7. Candi Brahu
Candi Brahu yang dibuat oleh Mpu Sendok ini digunakan untuk tempat pembakaran jenazah raja Majapahit. Nama Brahu berasal dari kata Wanaru atau Warahu yang didapatkan dari sebutan bangunan suci. Candi yang dibangun dengan kultur Budha memiliki Panjang 22.5 meter, lebar 18 meter dan tinggi 20 meter. Candi yang dibangun sekitar adab ke-15 ini terletak di Kawasan situs arkeologi Trowulan di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: Ironi Sejarah Bali Kuno Dan Pusat Perdagangan Budak di Badung
8.Candi Tikus
Sama seperti Candi Brahu, Candi Tikus juga terletak di situs arkeologi Trowulan. Awalnya candi tersebut berada di bawah tanah, hingga akhirnya ditemukan dan digali pada 1914 dan dilakukan pemugaran pada 1984-1985. Dinamakan Candi Tikus karena saat penemuannya, bangunan tersebut menjadi sarang tikus. Jika dilihat bangunannya, terdapat menara kecil yang diperkirakan dibangun pada abad ke-13 sampai abad ke-14 karena menara kecil merupakan ciri khas bangunan pada abad tersebut.
Candi dengan nama asli Wishnubhawanapura dibangun pada abad ke-14 Masehi ini digunakan untuk memuliakan seorang raja Kerajaan Wengker yang ada di bawah kekuasaan Majapahit, Bhre Wengker. Bangunan candi Surawana memiliki struktur bangunan 8x8 meter yang dibangun dengan material batu andesit. Namun bangunan dengan corak Hindu ini sudah hancur dan hanya tersisa kaku candi dengan tinggi 3 meter. Candi Surawana terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga: 8 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia, dari Kutai hingga Majapahit
Candi yang hanya memiliki atap dan badan candi ini terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi Wringin Branjang memiliki ukuran panjang 4oocm, lebar 300cm dan tinggi 500cm. Tidak memiliki relief seperti candi pada umumnya dan biasa digunakan untuk menyimpan alat upacara dan sejenisnya.
Berita Terkait
-
Ngaku Masih Punya Garis Keturunan, Gus Miftah Kena Nyinyir: Akhirnya Terjawab Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit..
-
Gus Miftah Ngaku Keturunan ke-18 Prabu Brawijaya, Muncul Silsilah Keluarga SBY dari Trah Majapahit: Saudaraan?
-
Percaya Diri Ngaku-Ngaku Keturunan Brawijaya, Gus Miftah Di-Skakmat Ahli Sejarah: Itu Tokoh Fiktif
-
Bagaimana Artefak Kerajaan Majapahit Bisa Diselundupkan ke Amerika Serikat?
-
Gelar Acara Tasyakuran, Nama Anak Denny Caknan Kena Kritik: Terlalu Berat
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan