SuaraJogja.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta DIY mewaspadai pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Kewaspadaan ini penting agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus COVID-19 di DIY seiring meningkatnya mobilitas masyatakat, termasuk wisatawan pasca dibukanya sejumlah sektor.
"Ini perlu kita waspadai semua pihak, termasuk masyarakat sehingga ini bisa dikendalikan tanpa ada lonjakan baru [covid-19]," ujar Tito usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (01/11/2021).
Tito mencatat, DIY mampu mengendalikan pandemi COVID-19. Meski kasus positif sempat tinggi, saat ini angka kasus harian COVID-19 sudah turun drastis. Bahkan positivity rate jauh di bawah standar WHO sebesar 5 persen Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur bagi pasien positif di rumah sakit rujukan juga menurun secara signifikan.
Bahkan capaian vaksinasi COVID-19 di DIY masuk empat besar tertinggi di Indonesia. Selain DKI Jakarta, Kepulauan Riau dan Bali, capaian vaksinasi di DIY sudah diatas 70 persen.
Baca Juga: Respon Dugaan Kekerasan di Lapas, Kanwil Kemenkumham DIY: Sentuh Saja Sudah Melanggar HAM
"Salah satu penyebab [kenaikan kasus covid-19] karena banyak faktor, Ini jangan sampai kita jadi euforia [karena kasus melandai]. Pelonggaran harus dilakukan secara bertahap. Jangan langsung kembali seperti biasa," tandasnya.
Tito mengapresiasai upaya DIY dalam memulihkan sektor ekonomi DIY pasca pandemi. Propinsi ini disebut mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi hingga mencapai 11,8 persen pada tahun ini.
"DIY termasuk tiga daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Tadi banyak masukan dari sultan, termasuk mendorong ekspor, UMKM biaya kirim dari pemerintah daerah," ungkapnya.
Terkait antisipasi libur Natal dan Tahun Baru, lanjut Tito, pemerintah juga menyiapkan sejumlah skenario. Dengan demikian potensi keumunan dan penularan virus akibat libur panjang tidak akan terjadi.
Apalagi saat ini Indonesia sudah masuk zona hijau karena angka penularan COVID-19 sudah rendah. Tidak banyak negara di dunia yang saat ini sudah masuk zona hijau.
Baca Juga: Muncul Dugaan Kekerasan di Lapas Narkotika, Begini Penjelasan Kemenkumham DIY
"Untuk sekelas indonesia dengan 200 juta lebih penduduk, bisa masuk kategori low [penularan covid-19] itu luar biasa. AS aja masih high risk, inggris juga high risk. negara asia yang low hanya indonesia. Bapak presiden [memberikan] arahan, jangan sampai terjadi ledakan [kasus covid-19] karena saat ini sangat bagus sekali [penanganan covid-19]," tandasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Tak Mau Ganggu Waktu Libur Staf, Tito Karnavian Enggan Gelar Open House
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Semarakkan HUT DIY, Pameran Produk Unggulan Wirausaha Desa Preneur Digelar
-
Mendagri Umumkan Tak Ada Pelantikan Kepala Daerah Serentak Jilid II di Istana
-
Mendagri Minta Pemda Lakukan Sejumlah Langkah, Demi Antisipasi Cuaca Ekstrem
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan