SuaraJogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap kedatangan badai La Nina hingga akhir tahun ini. Suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menunjukkan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.
Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022. Hasil kajian BMKG memperkirakan La Nina tahun ini relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 sampai 70 persen di atas normalnya.
Curah hujan mengalami peningkatan pada November hingga Januari terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto menyampaikan, dampak dari badai La Nina sudah mulai terlihat seperti curah hujan yang tinggi. Untuk itu, sektor pertanian harus melakukan antisipasi.
"Ini harus diantisipasi supaya para petani bisa lebih siap," ujar Sugeng, Kamis (4/11/2021).
Menurutnya, yang harus waspada ialah kegiatan pertanian yang tanamannya tidak cocok dengan air berlebih. Dan juga wilayah yang tidak bisa membuang air.
"Kedua hal itu harus menjadi perhatian dan kewaspadaan," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya bisa mengatasi hal itu dengan mengoptimalkan alat dan mesin pertanian (alsintan). Terutama penanganan bila mana terjadi banjir di daerah-daerah pertanian yang tergenang air.
"Kami dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul dan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) siap mengatasi hal itu," ucapnya.
Baca Juga: Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Divaksin, Bupati Bantul Bilang Begini
Meski badai La-Nina diprediksi hanya sampai tanggal 6 tetapi tidak menutup kemungkinan yang terjadi bisa lebih parah. Ia berharap tidak terjadi bencana akibat badai La-Nina.
"Harapannya tidak terjadi bencana akibat curah hujan yang tinggi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat