Jika kondisi ramai, perhari mereka bisa mengantar penumpang 7 kali pulang pergi. Namun jika hari biasa hanya 1 atau 2 kali saja karena semuanya bergantung kepada wisatawan yang datang. Kondisi ini sudah mulai terjadi sejak awal Februari 2021 yang lalu.
Hal ini tentu membawa kehidupan mereka lebih baik setelah terpuruk puluhan tahun. Bahkan tak sedikit dari pengusaha angkutan umum ini yang telah memperbarui armadanya dengan mobil yang usianya lebih muda.
"Ada 7 armada yang baru. Second sih tapi mereka baru saja beli,"ungkapnya.
Ketua Pokdarwis Bulusari, Uga Harwadi menambahkan puluhan warga Girisekar telah terlibat dalam aktivitas di rest area Bulusari ini. Kehidupan mereka semakin membaik dari yang sebelumnya hanya buruh kasar dan petani, kini sudah mampu mendapatkan penghasilan sendiri tanpa menggantungkan oranglain.
"Agar tidak terjadi konflik. Maka kami berlakukan sistem antrian,"paparnya.
Karena membawa dampak positif bagi kehidupan warga sekitar maka ia berharap pariwisata tetap dibuka pada Natal dan Tahun Baru nanti. Jikapun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dilaksanakan pemerintah maka ia berharap tidak ada penyekatan lagi.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup