SuaraJogja.id - Warga di Desa Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 Badan Intelijen Negara Daerah Istimewa Yogyakarta atau BIN DIY.
"Sasaran pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Desa Sindutan ini masih lansia dan penyandang disabilitas karena mereka terkendala akses, sehingga kami mendekatkan layanan vaksinasi supaya dapat diakses masyarakat," kata Koordinator Vaksinasi COVID-19 Kulon Progo Wury Atmaja di Kulon Progo, Jumat.
Ia mengatakan, sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 100 dosis. Kendala pelaksanaan vaksinasi di Desa Sindutan, yakni sasaran vaksin memiliki riwayat penyakit risiko tinggi, dan berada di luar kota atau tidak lagi berdomisili di Sindutan.
"Kami akan mengecek kembali bagi masyarakat yang belum tervaksin karena memiliki riwayat risiko tinggi. Kalau sudah tidak bisa divaksin, akan menjadi catatan khusus bagi kami dan Puskesmas Temon II," katanya.
Lebih lanjut, Wury mengatakan vaksinasi COVID-19 ini merupakan bentuk dukungan BIN terhadap upaya pemerintah mewujudkan kekebalan komunal pada akhir 2021. Selain itu, untuk menghadapi pandemi COVID-19, ia mengimbau kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri pada libur akhir Natal dan Tahun Baru 2022, tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan menimbulkan kerumunan.
"Mari kita mematuhi protokol kesehatan dan tidak melakukan kumpul-kumpul atau menghindari tempat ramai yang berpotensi terjadi penyebaran COVID-19," katanya.
Kepala Puskesmas Temon II Viera Juniver mengucapkan terima kasih kepada Binda DIY yang mengalokasi vaksin bagi masyarakat di Desa Sidutan. Jumlah warga Sindutan yang belum tervaksin sebanyak 400 orang, mudah-mudahan vaksinasi Binda DIY ini dapat mengurangi jumlah warga yang belum divaksin.
"Capaian vaksinasi di Desa Sindutan sendiri baru mencapai 78 persen, dan kurang 22 persen. Mayoritas yang belum tervaksin adalah lansia. Hal ini dikarena setiap akan divaksin tekanan darah naik dan memiliki riwayat jantung, sehingga harus ditunda vaksinasinya," katanya. [ANTARA]
Baca Juga: Meski Belum Ada Petunjuk Teknis, Pemkab Bekasi Siap Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun
Berita Terkait
-
Meski Belum Ada Petunjuk Teknis, Pemkab Bekasi Siap Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun
-
Pemerintah Target Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap Selesai Maret Tahun 2022
-
Lindungi Keluarga, Pakar Ungkap Manfaat Vaksin Covid-19 untuk Anak
-
Bupati Sleman: Vaksinasi Anak Bisa Dimulai Januari 2022
-
Asyik! Vaksinasi Covid-19 Usia 6-11 Tahun Dimulai 24 Desember, Ganjar: Genjot Secepatnya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Sidang Dana Hibah Parwisata Sleman: Saksi Sebut Penyaluran Tak Hanya ke Satu Kubu
-
Melalui KUR Perumahan, BRI Ambil Peran Strategis Sukseskan Program Gentengisasi Nasional
-
Puluhan Jemaah Umrah Bantul dan Solo Tertahan di Jeddah, Kemenhaj DIY Pastikan Situasi Aman
-
Kecelakaan Maut di Kulon Progo, Satu Penumpang Moge Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Polisi
-
Haedar Nashir Kenang Kedekatan dengan Try Sutrisno, Negarawan yang Tak Pernah Pensiun Mengabdi