Galih Priatmojo
Minggu, 12 Desember 2021 | 13:00 WIB
Direktur Utama BOB Indah Juanita memperlihatkan masterplan pembangunan resort dalam Refleksi Capaian Kerja BOB 2021 di Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021).

SuaraJogja.id - Pengembangan Borobudur Highland yang sempat terhenti selama pandemi COVID-19 kembali dikebut. Berhenti hampir dua tahun dalam proses legalitas tanah, Badan Otorita Borobudur (BOB) akan membangun resort di kawasan Purworejo, Jateng.

"Tahun 2023 akan mulai dibangun resort untuk pemulihan wisata di Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang)," ujar Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita dalam Refleksi Capaian Kerja BOB 2021 di Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021).

Menurut Juanita, saat ini sudah ada tiga investor lokal yang akan menjadi pengembang resort tersebut. Pemerintah melalui Kementerian PUPR mengucurkan anggaran sebesar Rp 750 Miliar  untuk pembangangunan infrastruktur tersebut.

Program ini sebenarnya sudah mulai digulirkan sejak 2019 lalu. Namun investor membutuhkan studi dan perhitungan kawasan wisata.

Sebab berkaca dari Bali, pembangunan kawasan wisata seluas 300 hektar tersebut diharapkan memberikan multiplier effect tidak hanya di Purworejo namun wilayah Jateng lainnya dan DIY.

"Tiga investor sudah meneken letter of intent untuk pengembangan resort. Rencana pembangunan resort tahun 2023 mendatang, tetapi pada tahun depan 2022 para investor sudah memulai persiapan pembangunan," paparnya.

Untuk mendukung pembangunan resort, sejumlah infrastruktur pendukung juga dikembangkan. Mulai pembangunan jalan sepanjang 6 km, jembatan  dan main gate, sumber air dan reservoir serta gardu listrik.

Konsep resort dikembangkan untuk tetap melestarikan kawasan hutan di sekitarnya. Cable car juga akan dibangun sebagai fasilitas pendukung.

Dengan demikian wisatawan tetap bisa menikmati wisata alam sekaligus. Keberadaan resort tidak akan merusak kelestarian lingkungan sekitar.

Baca Juga: Alami Masa Viral, Jumlah Investor Pasar Modal dari DIY Melejit

"Bentuknya resort seperti villa-villa kecil yang ringan karena inikan hutan. Bukan tiba-tiba terus ada bangunan aneh besar di situ, nggak,"jelasnya.

Ditambahkan Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi, aksesbilitas pariwisata di Joglosemar terus dikembangkan secara berkelanjutan. Saat ini meski Bandara Internasional Yogyakarta masih sepi akibat pandemi COVID-19, dengan pembangunan wisata di sepanjang daerah Joglosemar seperti Semarang, Solo, Jepara, Bantul, Kulon Progo hingga Dieng diharapkan bisa memulihkan jalur penerbangan lewat bandara tersebut.

"Saat ini banyak moda transportasi seperti udara, laut dan darat. Kami yakin bandara akan kembali ramai seiring pembangunan wisata di sekitarnya selain revitaliasi kapasitas wisatawan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More