SuaraJogja.id - Selama pandemi COVID-19, belasan museum di DIY tutup. Berdasarkan data Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, minimnya pengunjung, termasuk kaum milenal ke museum jadi salah satu faktor tutupnya museum. Angka kunjungan pun turun drastis hingga lebih dari 50 persen pada 2020 lalu dibandingkan sebelum pandemi yang mencapai 5 juta lebih.
Persoalan ini harus diatasi agar tidak semakin banyak museum yang tutup. Salah satunya dengan menempatkan media visual interaktif untuk menarik minat kaum milenial terhadap museum.
“Museum harus menghidupkan benda yang ada di museum bukan sekadar artefak,” papar Direktur Museum Ullen Sentalu Daniel Haryono dalam talkshow bertajuk Cahaya dari Museum yang menjadi rangkaian kegiatan Sumonar 2021 di Jogja National Museum (JNM), Sabtu (11/12/2021).
Menurut Daniel keberadaan museum bukan sekadar memamerkan dan memberikan informasi tentang koleksi. Di era modern ini, museum harus mampu memberikan pengalaman kepada pengunjung.
Museum harus menjadi objek yang butuh informasi namun tetap harus memiliki keterhubungan dengan masyarakat. Dengan demikian museum tidak sekadar menawarkan pengunjung untuk interaksi tetapi juga avonturir.
“Museum punya mandat, misi, dan visi, dan untuk selalu hidup butuh sinergi,” kata Daniel.
Sementara Product Manager Visual Instrument PT Epson Indonesia Muhammad Noval, mengungkapkan, ketertarikan generasi milenial akan museum bisa dilakukan melalu media visual interaktif yang bisa memberikan pengalaman baru. Apalagi generasi Y dan Z menjadi pembawa tren yang kuat memiliki karakteristik penutur digital, ketertarikan dengan sosial media tinggi, pembelajar sendiri, interaktif, dan fleksibel.
“Mereka tertarik dengan pengalaman baru, belajar, eksplorasi, dan membagi ke orang-orang, dan di sini lah museum bisa masuk lewat tema-tema yang interaktif,” tandasnya.
Noval memaparkan ada sejumlah alasan orang pergi ke museum. Pertama, museum sebagai media edukasi untuk belajar sesuatu yang baru. Selain itu museum menjadi pusat sejarah, media belajar kebudayaan, menjadi inspirasi untuk anak muda mendapatkan pandangan baru serta interaksi.
Baca Juga: Alami Masa Viral, Jumlah Investor Pasar Modal dari DIY Melejit
“Interaksi ini adalah hal baru, jadi ada interaksi atau dialog antara karya dan manusia, karya menyampaikan pesan dan manusia merespons,” ungkapnya.
Project Director Sumonar Ishari Sahida yang akrab disapa Ari Wulu mengungkapkan Sumonar kali ini sengaja mengundang orang yang bergerak di bidang kearsipan kebendaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk memberikan hal yang lebih baik. Sebab penyajian yang menarik di museum akan membuat pengunjung lebih menyerap informasi dan pengetahuan yang ditampilkan.
“Pada awal Sumonar kami memperhatikan landmark, kali ini kami mengambil museum yang memberikan sesuatu yang luar biasa karena lewat museum wawasan berkembang dan fokus kami saat ini penyajian di museum,” imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas