SuaraJogja.id - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan Museum Terbuka Bakalan di Kelurahan Argomulyo, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan yang merupakan "tetenger" atau penanda/monumen erupsi besar Gunung Merapi tahun 2010.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono, mengatakan dengan diresmikannya Museum Terbuka Bakalan Cangkringan menambah destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman.
Menurut dia, pembangunan "tetenger" erupsi Merapi tahun 2010 dengan tema "Sirno Jalmo Lenaning Paningal" yang terletak di Dusun Bakalan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan mengandung maksud bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi memahami akan resiko bencana erupsi Merapi.
"Sehingga kedepannya diharapkan tidak ada lagi korban karena kealpaan masyarakat itu sendiri," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/12/2021).
Ia mengatakan, pengeloaan Museum Terbuka Bakalan nantinya akan kami kerjasamakan dengan Kelompok Masyarakat Penggiat Pariwisata Desa melalui Bumdes Kelurahan Argomulyo agar lebih dapat menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat setempat.
"Untuk akselerasi tingkat kunjungan wisatawan ke Museum Terbuka Bakalan kami juga akan menggandeng Komunitas Jeep Wisata untuk memasukan trip/jalur jeep wisata masuk ke Kawasan Museum Terbuka Bakalan," katanya.
Suparmono mengatakan, dengan selesainya penyempurnaan destinasi Museum Terbuka Bakalan dapat memberikan wisata edukasi dan wisata mitigasi bencana sehingga memberikan pengalaman sebagai wisata minat khusus bagi pengunjung yang datang ke Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan keberadaan museum terbuka ini tidak hanya dapat dinikmati sebagai sebuah destinasi wisata baru di Sleman, tapi lebih dari itu keberadaan museum ini menjadi "saksi" dasyatnya erupsi Merapi yang terjadi 11 tahun yang lalu.
"Diharapkan museum ini dapat mengingatkan kita bersama tentang potensi bencana erupsi yang kita miliki," katanya.
Baca Juga: Suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Bentrok di Klaten, Saling Lempar Batu hingga Kayu
Ia berharap keberadaan museum ini dapat memberikan sumbangsih untuk meningkatkan dan menstimulus pemahaman masyarakat dan wisatawan tentang kapasitas mitigasi bencana erupsi Merapi dan tetap waspada.
"Selain itu, mengingat ini adalah museum terbuka, saya berharap pengelola dan masyarakat sekitar dapat menjaga dan melestarikan keberadaannya," katanya.
Kustini mengatakan, Museum Terbuka Bakalan Ini merupakan situs bersejarah yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.
"Jangan sampai ada coretan-coretan atau aksi vandalism pada area museum. Semoga keberadaan museum ini dapat turut serta meningkatkan geliat perekonomian masyarakat sekitar museum," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal