Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono
Sabtu, 01 Januari 2022 | 00:22 WIB
Sariyem sedang membakar jagung di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul pada Jumat (31/12/2021) malam. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul diguyur hujan menjelang malam pergantian tahun.

Dampaknya dagangan para pelaku wisata tidak ramai pembeli.

Seperti penjual jagung bakar bernama Sariyem. Ia mengatakan, hingga pukul 21.00 WIB baru menjual delapan jagung.

"Baru menjual delapan jagung bakar dari tadi sore," ujar Sariyem kala berbincang dengan SuaraJogja.id, Jumat (31/12/2021) malam.

Walau dagangannya belum banyak terjual, ia tetap berjualan hingga pukul 05.00 WIB agar jagungnya habis. Sariyem hanya menyediakan sekitar 30 jagung manis.

"Enggak berani nyetok jagung dalam jumlah banyak. Takut enggak laku," terangnya.

Adapun varian rasa yang dijual antara lain jagung pedas, manis, dan asin. Satu jagung bakar harganya Rp8.000.

"Harganya murah cuma Rp8.000," imbuhnya.

Jumlah jagung yang ia jual turun drastis jika dibanding sebelum ada pandemi Covid-19. Dahulu saat tahun baru dia mampu menjual 100 jagung.

Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Tinjau Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Bantul

"Malam tahun baru 2019 ke 2020 bisa menjual 100 jagung. Sekarang 50 saja enggak ada, saya juga sudah lama berjualan karena sepi," katanya.

Load More