SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta menyiapkan sejumlah skema dalam pendistribusian vaksinasi anak 6-11 tahun di Kota Pelajar. Hal itu untuk mempercepat penyelesaian vaksin sesuai arahan pemerintah pusat di tahun 2022.
“Yang kita dorong sekarang adalah (vaksinasi) anak 6-11 tahun. Januari ini nanti akan kami undang anak TK yang sudah usia 6 tahun diikutkan ke SD untuk vaksinasinya,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).
Heroe mengatakan pada Januari 2022 pembelajaran tatap muka (PTM) sudah bisa kembali dilaksanakan. Sehingga vaksinasi sendiri akan menyesuaikan dengan pihak sekolah, apakah digelar di sekolah masing-masing atau di puskesmas terdekat.
“Januari ini bisa dilakukan di sekolah masing-masing. Selain itu untuk TK juga bisa diundang ke SD atau ikut di puskesmas yang terdekat dari domisilinya,” terang pria yang juga sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut, Pemkot membuka sentra vaksinasi di XT Square untuk usia 6-11 tahun. Pendaftaran sendiri dapat melalui website Jogja Smart Service (JSS) yang dikelola Pemkot.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan vaksinasi anak 6-11 tahun tetap dilakukan meski saat ini masih masa liburan sekolah.
“Vaksin tetap berjalan, data terakhir sudah ada 12 ribu anak yang divaksin. Itu laporan pada 29 Desember 2021 lalu. Saat ini sudah bertambah namun laporan belum kami terima,” kata Emma.
Ia menjelaskan sedikitnya ada sekitar 40 ribu anak usia 6-11 tahun di Kota Jogja yang diusulkan mendapat vaksin. Namun dari data Kemenkes sekitar 39 ribu anak yang nantinya mendapat vaksin,” kata dia.
Vaksinasi yang diberikan kepada anak adalah jenis Sinovac. Hingga kini, pihaknya belum mendapat hasil Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Baca Juga: 9 Potret Prewedding Roro Fitria, Usung Konsep Keraton Yogyakarta
"Sejauh ini belum ada laporan terkait efek serius setelah anak diberikan vaksin," katanya.
Berita Terkait
-
Awal Tahun Baru, Indonesia Terima Hampir 1 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Italia
-
Ikut Gebyar Vaksinasi, Warga Toraja Dapat Hadiah 1 Unit Mobil
-
drg Widyawati: Hoaks Vaksinasi Covid-19 Jadi yang Terparah Sepanjang Pandemi Tahun Ini
-
Momen Istri Panglima TNI Andika Perkasa Tenangkan Bocah yang Takut Jarum Suntik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha