SuaraJogja.id - Bantuan hibah untuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Jogja mengalami kenaikan Rp1 miliar dibanding tahun 2021 lalu. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, meminta Pemkot tak berlama-lama mencairkan anggaran tersebut untuk membantu pelaksanaan pembelajaran siswa.
Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Muhammad Ali Fahmi menjelaskan, dalam pembahasan APBD Kota Jogja tahun 2022 dengan Disdikpora, pihaknya menaikkan anggaran hibah TK swasta menjadi Rp4,3 miliar.
"Tahun sebelumnya (2021) hanya teranggarkan sekitar Rp 3,2 miliar di APBD. Hibah tahun 2022 naik sebesar Rp 1,085 milyar," ujar Ali Fahmi dihubungi wartawan, Rabu (12/1/2022).
Ia melanjutkan anggaran sebesar Rp4,3 miliar itu akan dibagikan ke 217 lembaga TK di Kota Yogyakarta. Dimana masing-masing sekolah menerima lebih kurang Rp20 juta.
"Jumlahnya naik cukup tinggi, tahun lalu kan hanya Rp15 juta untuk masing-masing TK. Jadi 217 sekolah TK swasta yang masuk kriteria mendapat bantuan itu," jelas dia.
Lebih lanjut, Fahmi menilai naiknya bantuan hibah untuk TK swasta ini mampu mendorong pembelajaran siswa lebih baik. Manfaat untuk lembaga sekolah TK juga dapat memberi semangat terhadap tenaga pengajar.
Hal itu mengingat pandemi Covid-19 yang terjadi hampir dua tahun berdampak pada keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di usia dini atau TK.
"Pemasukan dana pasti terbatas dan jumlah penerimaan siswa relatif berkurang sebelumnya. Itu terjadi di hampir seluruh TK swasta karena tidak termasuk wajib belajar 12 tahun," ujar politikus PAN tersebut.
Pihaknya segera meminta Pemkot mendistribusikan bantuan tersebut karena akan sangat dirasakan manfaatnya oleh pengelola TK swasta.
Baca Juga: Soal Maraknya Skuter di Tugu dan Malioboro, Dishub Kota Yogyakarta: Tidak Boleh di Jalan Raya
"Harapannya dapat membantu tambahan pembiayaan terutama untuk operasional sekolah, pembayaran gaji, peningkatan kesejahteraan guru juga karyawan dan keperluan lain," ujar Fahmi.
Ia menambahkan meski dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum hilang, guru dan tenaga pengajar lain tetap menerapkan protokol kesehatan di sekolah. Sebab, potensi anak untuk tertular bisa terjadi.
Berita Terkait
-
Dusun Wuni Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih Berkat Bantuan PT Semen Gresik
-
Bantuan Atensi Senilai Rp 153 Juta Bagi 64 Lansia di Bontang Cair, Masing-masing Terima Rp 2,4 Juta
-
Targetkan Bantul Bersih 2025, Kalurahan Guwosari Dapat Bantuan Incinerator
-
Ingin Menikah Terkendala Biaya? Flip Siap Beri Bantuan Rp 100 Juta
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang