SuaraJogja.id - Lapangan Denggung Sleman terus dipercantik dengan segala penataan di setiap sudutnya. Termasuk yang paling utama adalah pada sisi rumput di lapangan yang juga menjadi Alun-alun Sleman itu.
Lantas kapan wajah baru dari Lapangan Denggung Sleman itu bisa dinikmati masyarakat? Dan apakah rumput di lapangan tersebut nantinya dapat diinjak oleh masyarakat?
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo, Sumadi menjelaskan bahwa nantinya rumput Lapangan Denggung bisa diinjak dan tidak ada syarat khusus saat akan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pasalnya jenis rumput yang ada di sana memang berbeda dengan rumput yang ada di stadion.
"Enggak ada (syarat khusus), karena itu jenis rumputnya bukan untuk bola ya tapi untuk umum," kata Sumadi saat dihubungi awak media, Rabu (19/1/2022).
Kendati demikian, kata Sumadi, ada sejumlah kegiatan yang kemudian tidak perbolehkan untuk dilaksanakan di lapangan tersebut. Salah satunya adalah kegiatan pasar malam yang kerap kali diselenggarakan di Alun-alun Sleman itu.
"Hanya mungkin kegiatan-kegiatan yang notabene kayak kemarin, pasar malam dan sebagainya sementara ini dilarang. Karena ya mahal to biayanya perawatan daripada pendapatannya," ungkapnya.
Sedangkan selain untuk kegiatan-kegiatan tersebut, Sumadi berujar tetap bisa dilakukan oleh masyarakat. Termasuk untuk berolahraga atau hanya sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Kalau hanya untuk kegiatan-kegiatan kayak jogging, upacara dan lain sebagainya kan mungkin tidak masalah," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Sumadi mengakui sempat mendapat masukan terkait dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarang di sekitar lapangan. Menyikapi hal tersebut pihaknya berencana akan memasang papan larangan di titik-titik tertentu agar dapat diperhatikan oleh masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Hapus Honorer, Bagaimana Nasib 1.000 Pegawai Harian Lepas di Sleman?
"Hanya mungkin kemarin kami dapat masukan yang intinya kok ada banyak pengguna jogging tracknya itu membuang sampah sembarangan dan sebagainya, suruh buat papan petunjuk atau larangan yang intinya jangan buang sampah sembarang. Saya coba untuk bulan-bulan depan ini supaya bisa buat di beberapa titiklah untuk itu," paparnya.
Diketahui bahwa proses penataan Lapangan Denggung itu sebenarnya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. Sedangkan UPT sendiri akan diberikan tanggungjawab untuk pengelolaan nantinya.
Proses penataan sendiri sudah di mulai sejak tahun kemarin. Dengan pelaksanaan terakhir atau selesai pengerjaan pada akhir tahun 2021 lalu dan saat ini masih dalam tahap perawatan.
Nantinya Lapangan Denggung akan diserah terimakan terlebih dulu dari pemborong kepada pemerintah daerah. Baru setelah itu diteruskan kepada BKAD hingga akhirnya ke UPT.
"Kalau dari BKAD ke UPT itu tidak diserah terimakan secara langsung karena itu sudah menjadi kewenangan kewajiban kami untuk merawat itu. Nanti biasanya dari Pemda aja ke BKAD untuk dicatat sebagai aset," jelasnya.
Penyerahan Lapangan Denggung sendiri kepada UPT direncanakan pada tahun ini. Saat ini hanya tinggal menunggu selesai perawatan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026