SuaraJogja.id - Mobil Honda HRV yang dikemudikannya berjalan pelan memasuki halaman Kelenteng Fuk Ling Miau, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja siang itu. Datang seorang diri, pria paruh baya keluar dari mobil dan menaiki tangga kelenteng yang diketahui berusia sekitar 200 tahun ini.
Berkemeja putih dengan motif bunga, bercelana panjang dengan pantofel coklat, pria bernama Pranoto Hidayat ini mulai mendekat ke hadapan patung dewa yang ada di kelenteng setempat.
Tak selang lama, dirinya mulai bersimpuh sambil mengangkat kedua tangannya di atas kepala. Sambil membungkuk, bibirnya merapal doa.
Pria 70 tahun itu, berdiri tegap seusai berdoa. Selanjutnya berjalan ke sebuah etalase dan mengambil sejumlah dupa untuk disulut di meja mimbar khusus tempat menancapkan dupa.
Dirinya kembali berdoa dengan memejamkan mata. Dirasa cukup, dupa-dupa yang dia bawa ditancapkan di sebuah kendi berbahan besi yang sudah diisi pasir. Kurang lebih, Pranoto berdoa selama 15 menit.
Pranoto sapaannya, pria 70 tahun yang masih kuat menyetir mobil seorang diri ini tak menyangka bahwa Imlek 2022 ini harus kembali merasakan kesepian. Tidak ada pesta dan kebersamaan keluarga jauh yang biasa berkumpul di Jogja saat Imlek tiba.
"Saya sendiri merayakan imlek pasti dengan keluarga besar. Tapi sebelum Covid-19 lho ya itu. 2021 kemarin merayakan sendiri, hari ini sendiri lagi," buka Pranoto saat memulai perbincangan dengan Suarajogja.id di Kelenteng Fuk Ling Miau, Selasa (1/2/2022).
Pranoto sempat sumringah mendengar kasus Covid-19 di Jogja dan Indonesia mulai turun pada awal Januari lalu. Momen berkumpul keluarga pun sudah ditunggu pada awal Februari saat perayaan Imlek.
Sayang, harapannya pupus mendengar peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron menyebar di Jakarta. Bukan tanpa alasan kekecewaannya muncul, sebab sebagian keluarganya tinggal di Jakarta dan gagal menyempatkan datang ke Jogja untuk perayaan Imlek.
Baca Juga: Pulang dari Bogor, Warga Gunung Kidul Yogyakarta Positif Covid-19 Varian Omicron
"Ya akhirnya menerima saja ya, daripada kita malah ketularan. Yang jelas saya berdoa untuk diberikan kesehatan di tahun baru ini," terang dia.
Harapan kecil muncul dari Pranoto sendiri, dimana tahun 2023 mendatang Covid-19 benar-benar hilang. Kebersamaan dengan keluarga bisa dilakukan lagi tanpa harus khawatir tertular virus asal Cina ini.
"Doa saya juga agar Covid-19 ini segera hilang. Memang sempat bertemu dengan keluarga kemarin itu, tapi kalau bukan momen Imlek rasanya kurang puas," terang pria kelahiran Jogja itu.
Meski tak bertemu keluarga besarnya, rasa rindunya sedikit terbayar ketika beribadah di dalam Kelenteng. Pranoto bertemu dengan teman-teman lamanya yang biasa bekerja di Kelenteng setempat.
Meski bukan keturunan keluarganya, Pranoto menganggap sebagai saudara dekat.
"Semua manusia itu kan bersaudara tho. Saya pikir dengan bertemu teman di kelenteng ini saya cukup bahagia. Meski sudah berumur seperti ini, saya bersyukur masih diberi waktu untuk bertemu teman-teman," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha