SuaraJogja.id - Dibukanya Teras Malioboro II untuk para PKL dimanfaatkan juga oleh wisatawan. Mereka sengaja berswafoto di depan pagar lokasi dan selfie di dalam seleter sementara itu.
Yanuar Utama, wisatawan asal Purwokerto itu menyempatkan berswafoto dengan keluarganya saat melewati Teras Malioboro II. Diakuinya, lokasi tersebut cukup indah.
"Kalau datang ke sini suasana Malioboro kan ramai. Ada spot selfie juga, termasuk di tempat ini, penataannya juga baik," kata Yanuar ditemui suarajogja.id, di Teras Malioboro II, Selasa (1/2/2022) sore.
Ia mengaku, dengan ada penataan PKL ke lokasi baru akan tampak lebih rapi. Jika terpusat di satu titik, akan banyak pembeli yang datang.
Hal itu juga kata Yanuar memberi kenyaman para warga dan wisatawan berjalan di Malioboro.
"Misal ada area khusus untuk jualan ini kan lebih rapi. Wisatawan berjalan juga lebih nyaman," kata pria 30 tahun ini.
Wisatawan lainnya, Yudi (32) merasa ada suasana yang berbeda ketika berjalan di lorong-lorong Malioboro. Banyak gerobak dan tergeletak tanpa ditunggu pedagang.
"Saya tadi sempat terkejut, pedagangnya kok tidak sebanyak kemarin-kemarin. Setelah bertanya ternyata sudah pindah," ujar warga Jogja yang berdomisili di Malang, Jawa Timur ini.
Ia mengaku PKL Malioboro itu cukup menjadi ikon. Namun ketika harus pindah ke lokasi baru, kenyaman dan fasilitas penunjang untuk pedagang harus dilengkapi.
Baca Juga: PKL Malioboro Pindah ke Teras Malioboro
"Artinya saat dia menawarkan atau berjualan di sana tidak panas dan cepat emosi. Jadi pembeli juga merasa nyaman membeli di tempat baru," ujar dia.
Meski belum semua pedagang meletakkan gerobaknya di lokasi baru, Pemkot dan Pemda telah melakukan upaya agar PKL segera berpindah.
Pemkot mengirimkan surat edaran nomor 430/1.31/SE Disbud/2022 tentang Pelaksanaan Penataan Kawasan Khusus Pedestrian di Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo yang ditandatangani Kepala Dinas Kebudayaan, Yetti Martanti itu secara mendadak. Senin (31/1/2022) pedagang baru menerima surat tersebut.
Ada dua poin yang diminta Pemkot kepada pedaganh. Pertama, PKL dilarang melakukan aktivitas jual beli pada 1 Februari 2022 di sepanjang lorong Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo. Kedua jika pedagang melanggar terhadap ketentuan itu, maka penegakan dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Berita Terkait
-
Dikirimi Surat Edaran Tak Boleh Berjualan Mulai 1 Februari secara Mendadak, PKL Malioboro Kecewa
-
PKL Malioboro Diharap Pindah ke Lokasi Baru Sebelum 7 Januari 2022
-
PKL Mulai Pindah ke Teras Malioboro, Daldini Kebingungan Lapak Baru Terlalu Kecil
-
PKL Malioboro Segera Direlokasi, Pemkot Jogja Janjikan Tambah Fasilitas Teras Malioboro II
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda