SuaraJogja.id - PKL Malioboro mulai menempati selter sementara yang ada di Teras Malioboro II atau utara Kantor DPRD DIY. Meski masih beradaptasi, sudah ada sedikit pendapatan yang mereka terima.
Hal itu diakui salah seorang Pedagang Pakaian Daster dan Batik, Wawan Yudiana. Pria 37 tahun yang membuka lapak jualan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB ini, sudah didatangi tiga pelanggan.
"Tadi sudah ada 3 orang yang datang. Sempat menawar juga tapi saya bilang baru ditempat baru, jadi harganya pas. Ya alhamdulilah tadi dapat Rp300 ribu," ujar Wawan ditemui Suarajogja.id, Rabu (2/2/2022).
Wawan mengatakan bahwa memang kondisi Teras Malioboro II cukup sepi. Sebab, belum semua pedagang memindahkan gerobaknya ke dalam sentra jual beli itu.
"Mungkin karena masih sedikit ya pedagangnya, jadi wisatawan hanya menemukan 1-2 penjual saja yang baru membuka lapak. Makanya saingannya juga sedikit," celetuk Wawan.
Ia melanjutkan, dirinya masih berusaha beradaptasi dengan lokasi baru. Mengingat luas lapak yang disediakan sangat kecil dibanding lokasi yang lama.
"Kalau membandingkan dengan yang dulu,masih luas lapak yang lama, kalau yang baru ini tidak bisa total menggelar gerobak, ukurannya 1×1,2 meter," kata dia.
Wawan juga mengeluh tidak bisa mendisplay seluruh daster jualannya. Mau tidak mau hanya digantung di gerobak tempatnya jualan.
"Sudah diberi tempat seperti ini saya bersyukur saja. Harapannya benar bisa meningkatkan pendapatan jualan," ujar Wawan yang sebelumnya berjualan di depan apotek Kimia Farma Malioboro.
Baca Juga: PKL Malioboro Segera Direlokasi, Pemkot Jogja Janjikan Tambah Fasilitas Teras Malioboro II
Berbeda dengan Wawan, Surtini belum mendapat pelanggan sejak memulai jualan di tempat baru ini. Dia meyakini pembeli akan datang seiring dirinya pindah di lokasi itu.
"Ya tetap menunggu dulu hasilnya. Pasti perlu waktu kan? . Harapan saya bisa segera kembali mendapat hasil yang baik," terang Surtini.
Terpisah, Ketua PPKLY, Wawan Suhendra menyebutkan bahwa Pemkot meminta pemindahan pedagang ke lokasi baru dimulai 1 Februari kemarin. Namun pemindahan itu dianggap tak sesuai kesepakatan dan pemerintah ingkar janji.
"Jadi mereka itu ngomongnya tidak konsisten begitu lho. Jadi tidak jelas. Itu yang membuat kami kecewa. Tapi akhirnya pedagang mulai menempati lapak barunya," ujar dia.
Berita Terkait
-
PKL Malioboro Boyongan ke Lapak Baru, Wisatawan Jadikan Ajang Selfie di Teras Malioboro II
-
Dikirimi Surat Edaran Tak Boleh Berjualan Mulai 1 Februari secara Mendadak, PKL Malioboro Kecewa
-
PKL Malioboro Diharap Pindah ke Lokasi Baru Sebelum 7 Januari 2022
-
PKL Malioboro Segera Direlokasi, Pemkot Jogja Janjikan Tambah Fasilitas Teras Malioboro II
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan