SuaraJogja.id - Hujan Deras Dan Angin Kencang Di Gunungkidul, Kandang Ayam Berkapasitas 4000 Ekor Roboh dan Atap Pasar Jebol
Kandang Ayam Berkapasitas 4000 Ekor Roboh Akibat Hujan Deras Dan Angin Kencang, Pemilik Rugi Ratusan Juta
Hujan deras yang disertai dengan angin kencang yang melanda kawasan kabupaten Gunungkidul mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa. Kerusakan yang paling banyak terjadi di wilayah kapanewon Playen Gunungkidul.
Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi ketika dikonfirmasi menuturkan hujan melanda kawasan Kapan hewan Playen Rabu (2/2/2022) mulai pukul 12.30 WIB. Hujan tersebut intensitasnya cukup deras dan disertai dengan angin yang cukup kencang.
"Hujan disertai angin kencang terjadi di Playen,"papar Hajar, Rabu.
Akibat hujan deras dan angin kencang tersebut, sebuah kandang ayam di Padukuhan Dengok IV Kalurahan Dengok Kapanewon Playen roboh. Kandang milik Sumaji di RT 04 RW 04 ambruk tak kuat menahan derasnya hujan dan kuatnya angin.
Kandang yang sudah berdiri lama tersebut diperkirakan beberapa bagian lapuk. Sehingga ketika tertimpa hujan deras disertai angin kencang, kandang berkapasitas 4.000 ekor tersebut ambruk. Naas, saat kandang ambruk tersebut ribuan ekor ayam masih dipelihara di dalamnya.
"Kerugiannya tadi oleh pemilik ditaksir mencapai Rp 200 juta lebih. Ayamnya ada 4.000 ekor umur 20 hari,"ujar dia.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena saat hujan berlangsung kandang dalam keadaan sepi tidak ada orangnya. Kini pemilik kandang bersama dengan warga berusaha membersihkan puing-puing yang ada dan mengevakuasi ayam yang masih hidup.
Baca Juga: Belasan Sapi dan Kambing Mati Karena Antraks, 23 Orang Warga Gunungkidul Diduga Ikut Terpapar
"Kebetulan pemilik kandang tengah pulang ke rumah,"papar dia.
Selain mengakibatkan kandang ayam ambruk, hujan deras disertai angin kencang ini juga mengakibatkan atap rumah milik warga Kernen Kalurahan Ngunut Playen bernama Didik (43) juga banyak berterbangan. Pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 500 ribu.
"Pohon kelapa padukuhan Ngunut Tengah juga roboh menimpa teras rumah warga,"ujar dia.
Di kapanewon Wonosari angin kencang yang melanda ada juga mengakibatkan kerusakan. Selain mengakibatkan atap kios pasar beterbangan, angin kencang juga mengakibatkan beberapa pohon roboh dan ada yang menimpa rumah warga
"Akibat hujan deras dan angin kencang, atap beberapa kios di pasar Wareng beterbangan. Namun kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu parah sehingga warga bisa langsung memperbaiki kerusakan,"tutur Lurah Wareng Kapanewon Wonosari, Ari Wibawa
Di sebelah barat pasar Wareng ada sebuah pohon jati yang roboh. Sementara di sisi timur pasar tersebut juga ada pohon jati yang roboh menimpa pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas. Namun tidak menimbulkan luka yang cukup parah.
Berita Terkait
-
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Bikin Ambruk Rumah di Magetan, Satu Korban Patah Tulang Kaki
-
Dihantam Angin Kencang, Pohon Sepanjang Jalan di Wonosobo Tumbang
-
Diterjang Hujan Es dan Angin Kencang, Puluhan Rumah di Cianjur Rusak
-
Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Pada Siang-Sore Nanti di Seluruh Wilayah DIY
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup