Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 02 Februari 2022 | 21:07 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberi keterangan pada wartawan usai meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (21/12/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Ancaman gelombang tiga Covid-19 diprediksi bisa terjadi di wilayah Kota Jogja. Meski begitu, Pemkot belum menemukan ledakan jumlah Covid-19 di Kota Pelajar dan tidak ada sebaran kasus zona merah di kelurahan

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, sejauh ini hanya kasus Covid-19 berstatus zona oranye yang mendominasi di kelurahan.

"Kalau kelurahan zona merah sampai sekarang belum ada. Tapi memang paling banyak zona oranye. Selanjutnya zona kuning bertambah tapi zona hijau ini mulai berkurang," terang Heroe kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Ia mengatakan per Rabu ini, terdapat dua kelurahan yang berstatus zona oranye. Sehingga Pemkot mulai melakukan upaya antisipasi, termasuk prediksi terjadinya gelombang tiga Covid-19.

"Disusul dengan kasus penambahan Omicron di Indonesia ini yang juga banyak. Kita juga menyiapkan pembatasan kegiatan sosial masyarakat selama Februari ini," terang Heroe.

Ia menjelaskan, aktivitas yang berkaitan dengan keramaian dan mengundang massa seperti hajatan dan kegiatan kampung, mulai dikurangi. Termasuk pengetata prokesnya.

"Terlihat juga mobilitas di Jogja yang mulai tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan pengetatan di beberapa hal termasuk juga prokesnya. Ini yang kami rumuskan pada perpanjangan PPKM juga dalam menekan potensi penyebaran virus," terang Heroe.

Mengingat banyak aktivitas dan mobilitas warga serta wisatawan akhir-akhir ini, Heroe juga meminta kepada sejumlah pengelola hotel lebih disiplin ketika menerima wisatawan. Meski tidak ada penutupan wisata di Jogja, upaya pengetatan prokes yang diutamakan.

"Jadi harus tegas ketika tamu datang, syaratnya harus diminta. Lalu aturan harus disesuaikan dengan CHSE yang sudah mereka kantongi," kata dia.

Baca Juga: Balikpapan Zona Merah (Lagi), Rahmad Mas'ud Langsung Keluarkan Aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bukan tanpa alasan Pemkot ngotot meminta sektor hotel dan pariwisata disiplin prokes. Sebab, beberapa kasus baru Covid-19 di Kota Jogja, ditemukan dari pelaku perjalanan luar kota ke Jogja.

"Harapan saya, PHRI ikut mengawasi dengan kondisi ini. Sehingga, penularan Covid-19 bisa ditekan dan tidak terjadi dari pelaku perjalanan," kata dia.

Berdasarkan sebaran kasus Covid-19 di laman resmi corona.jogjakota.go.id, per Rabu (2/2/2022), kasus tambahan mencapai 16 orang. Hingga kini, kasus aktif, atau pasien yang masih dalam perawatan tercatat 113 orang. Jumlah itu naik signifikan sejak Senin (31/1/2022).

Load More