SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terus menyiapkan segala kebutuhan untuk penanganan kasus Covid-19 jika memang terjadi lonjakan yang signifikan dalam beberapa waktu ke depan. Rumah sakit dan selter desa akan terus disiagakan guna menampung para pasien.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati menuturkan, hingga saat ini rumah sakit rujukan Covid-19 masih disiagakan. Setidaknya terdapat dua rumah sakit milik pemerintah yang sudah siap digunakan.
"Saat ini kita masih mengaktifkan pertama adalah rumah sakit rujukan. Dua rumah sakit pemerintah itu sesuai dengan kapasitasnya," kata Baning kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).
Disampaikan Baning, total ada 125 tempat tidur yang terdapat di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Bumi Binangun. Dengan rincian 39 tempat tidur ada di RSUD Wates, 45 tempat tidur di RSUD Nyi Ageng Serang dan sisanya 32 tempat tidur ada di rumah sakit swasta.
Per Rabu (2/2/2022) kemarin tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan tersebut masih di angka 00,95 persen. Rumah sakit-rumah sakit pemerintah tersebut yang akan menjadi tumpuan pertama dalam menghapadi potensi lonjakan Covid-19.
"Kemudian yang kedua kita juga sudah meminta kepada satgas di tingkat kapanewon maupun di kalurahan untuk kembali menyiapkan selter desa masing-masing," terangnya.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh para panewu, kata Baning, maka sampai hari ini tersedia sebanyak 160 selter di tingkat desa yang tersebar di 12 kapanewon. Dari total jumlah selter tersebut tersedia kapasitas sebanyak 637 tempat tidur.
Di samping itu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo juga masih menyiapkan Rusunawa Giripeni. Sebagai antisipasi juga apabila diperlukan sewaktu-waktu langsung akan bisa dioperasionalkan.
"Selanjutnya kami juga memantau terus bagaimana ketersediaan oksigen yang ada di dua rumah sakit pemerintah. Sampai hari ini kesiapan SDM, oksigen maupun tempat tidur, kami anggap mencukupi untuk apabila terjadi peningkatan kasus," tegasnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Meroket, RS Harapan Kita Sebut Kenaikan Mulai Minggu Ini
Merujuk pada pernyataan pemerintah pusat, Baning mengungkapkan bahwa varian Omicron, yang tengah merebak, memang berbeda dengan Delta. Penularan disebutkan lebih cepat walaupun memang tingkat keparahan menurun.
Dalam artian, pasien yang terpapar Omicron mayoritas hanya akan menderita gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Sehingga layanan rumah sakit juga tidak akan sebanyak saat Delta sebelumnya.
"Oleh karena itu penguatan di dalam isolasi yang dilaksanakan di rumah maupun di selter desa ini menjadi penting. Satgas Desa kembali sudah kita instruksikan untuk aktif untuk melaksanakan dan mempersiapkan selternya masing-masing," ujarnya.
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 di Jakarta Meroket, RS Harapan Kita Sebut Kenaikan Mulai Minggu Ini
-
Pelaksanaan MotoGP Makin Dekat, Bisakah Lonjakan Kasus Varian Omicron Mereda dalam Waktu Sebulan?
-
PTM 50 Persen di DIY, Disdikpora Bantul: Terjadi Lagi Learning Loss
-
Covid-19 Meroket Hingga 27.197 Kasus, Epidemiolog: Puncaknya Bisa Sampai 500 Ribu Pasien
-
Tambah 7 Kasus Baru, Kasus Covid-19 Menyebar di 8 Kapanewon Gunungkidul
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi