SuaraJogja.id - Aksi ekshibisionisme yang dilakukan seorang pria meresahkan kaum hawa yang melintas di Jalan Baru Ngalang-Gading. Lelaki yang berumur sekitar 40 tahun tersebut dengan sengaja melakukan onani ketika ada pengendara perempuan melintas.
W, warga Kapanewon Playen, adalah salah satu perempuan yang menjadi korbannya. W menceritakan, Kamis (17/2/2022) siang kemari, selepas Zuhur ia menyusuri jalan baru Ngalang-Gading. Ia baru saja pulang dari tempatnya bertugas di Kapanewon Gedangsari.
"Kemarin siang saya pulang. Biasa lewat jalan baru, kalau dulu lewat Sambipitu," ujar wanita yang menjadi pendamping PKH di Gedangsari ini, Jumat (18/2/2022).
Sesampainya di Pedukuhan Gading 8 Kalurahan Gading, Kapanewonan Playen, Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di dekat pos pengamatan Tahura, ia melihat di sebelah barat jalan ada seorang lelaki. Ia kaget karena tiba-tiba lelaki tersebut menunjukkan alat vitalnya sembari onani.
Kontan saja, melihat hal tersebut membuatnya terkejut. Ia sempat berteriak namun karena kondisi jalan sepi sehingga tidak ada yang menghiraukan. Khawatir terjadi sesuatu, ia memilih memacu kendaraannya lebih cepat lagi.
"Ya jijik to. Kok tiba-tiba melakukan seperti itu," tambahnya.
Menurut W, aksi seperti itu sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sebelum tahun 2020 yang lalu, W sangat sering mengalami teror serupa. Kala itu, ia lantas melaporkan hal tersebut ke rekannya yang menjadi Sat Pol PP.
Ia menduga, laporannya tersebut sudah ditindaklanjuti karena pascalaporan, aksi ekshibionisme berhenti. Namun ia heran, hari Kamis kemarin kejadian menjijikkan tersebut kembali ia lihat, dan pelaku pun sama.
"Ndak tahu kok ada lagi. Padahal sudah lama tidak ada," kata dia.
Baca Juga: Modus Pinjam Sabun, Pekerja Bengkel di Gunungkidul Perkosa Penjaga Warung
Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari Gading 8 mengakui memang aksi seperti itu pernah meneror perempuan yang ada di kawasan tersebut. Ia sendiri pernah menjadi korbannya. Sekitar tahun 2005, saat ia pulang sekolah jalan kaki bersama teman-temannya, tiba-tiba lelaki itu keluar dari balik pepohonan sembari beronani.
"Saya dan teman-teman kemudian lari. Saat itu jalan baru ini belum jadi, jalannya masih setapak di tengah hutan," ceritanya.
Aksi tersebut dilakukan oleh warga Gading 8, tetapi konon saat ini sudah sembuh karena telah menjalani pengobatan. Ia sendiri tidak mengetahui apakah aksi tidak senonoh tersebut dilakukan orang yang sama. Namun setelah mendengar ciri-ciri yang disebut W, ia menduga orang yang sama.
"Kalau orangnya hitam, tidak terlalu tinggi dan rambutnya agak keriting berarti orang yang sama, tetapi katanya sudah sembuh," ujar dia.
Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menuturkan, belum lama ini memang ada pria yang berperilaku sama di area Pedukuhan Gading 8. Bahkan pria tersebut pernah diamankan ke Mapolsek Playen, tetapi dilepas lagi.
"Dulu pernah kita amankan. Kita lepas wong masuk ODGJ. Tetapi kalau kambuh lagi kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menanganinya," terangnya.
Berita Terkait
-
Modus Pinjam Sabun, Pekerja Bengkel di Gunungkidul Perkosa Penjaga Warung
-
Tak Punya Uang Buat Beli Rokok, 3 Remaja Ini Nekat Mencuri Motor
-
Tebing Setinggi 8 Meter Longsor, Jalur Gedangsari-Klaten Terputus
-
Covid-19 Melonjak 198 Orang dalam 5 Hari Terakhir, Gunungkidul Belum Aktifkan Selter
-
Bukti Cinta Kasih Ahmadiyah pada Kemanusiaan: Klinik Asih Sasama Saksi Toleransi di Ngloro
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat