Galih Priatmojo
Kamis, 03 Maret 2022 | 08:28 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 ditangani tenaga kesehatan (Nakes). [Istimewa]

Untuk imunisasi anak, dosis 1 mencapai 95,2% dan 81,37% untuk dosis 2.

Imunisasi bagi lansia sudah mencapai 84,2% untuk dosis 1 dan 77,7% pada dosis 2. Sementara lansia yang sudah menerima booster, terdata sebanyak 19%.

Melihat kondisi ini, Dinkes Sleman akan menerapkan strategi pemberian vaksin booster Covid-19 ke tingkat kalurahan.

Tujuannya, agar capaian booster lebih tinggi. Langkah ini diambil pasca melihat hasil evaluasi, capaian vaksinasi lewat per kapanewon cukup rendah.

Nantinya, strategi yang diambil Dinkes Sleman untuk meningkatkan capaian booster yakni reguler atau masyarakat datang sendiri ke faskes; sentra vaksin (massal), tim datang dan diharapkan sesuai target.

"Kalurahan tersiap akan divaksin dulu. Yang belum siap nanti terakhir," jelasnya.

Ia menyadari, ada perbedaan motivasi seseorang untuk mengambil jatah booster mereka.

"Dulu kalau tidak vaksin primer, ada faktor yang membuat mereka harus divaksin. Jadi mereka akhirnya vaksin. Misalnya untuk bisa masuk mall, bepergian dan persyaratan lain-lain. Kalau sekarang tidak, lebih ke kesadaran diri masing-masing," ungkapnya. 

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga: Klaster Ponpes Kembali Muncul, Dinkes Sleman Minta Sekolah Asrama Sediakan Ruang Karantina

Load More