SuaraJogja.id - Polres Bantul menangkap tujuh orang yang telah melakukan pencurian di tiga swalayan di Bumi Projotamansari. Ketiga swalayan tersebut ialah Toko Prima dan Toko Atmaja di Kapanewon Srandakan serta DM Baru di Jalan Imogiri Timur, Grojogan, Wirokerten, Banguntapan.
Identitas pelaku pria yakni HW (37), NSC alias Nopel (28), RDU alias Bejo (35), dan SMT alias Son (33). Sedangkan identitas ketiga tersangka perempuan EDA (47), YD alias Ati (36), dan STN (51). Para tersangka ini berasal dari daerah berbeda seperti Demak, Surabaya, Grobogan, hingga Jakarta.
Menurut pengakuan dari salah satu tersangka, mereka mencuri di minimarket sejak Desember 2021. Saat itu, pada 1 Desember 2021 mereka mencuri di Toko Prima.
"Baru mulai (mencuri di swalayan) sejak Desember 2021. Idenya bareng-bareng dibahas di Jakarta," katanya saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Jumat (4/3/2022).
Motif mereka melakukan hal tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Pasalnya, mereka rata-rata datang dari kampung yang merantau ke Jakarta.
"Kami kenal karena satu kosan di Jakarta," ujarnya.
Kala ditanya bahwa otak pencurian di swalayan adalah EDA (47) perempuan asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ia pun membenarkannya.
"EDA yang mengajak (untuk mencuri di swalayan)," terangnya.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyampaikan, dari tangan tersangka berhasil menyita sejumlah barang bukti meliputi Daihatsu Xenia B 2092 PFR, sebuah tas cangklong warna biru merek Xposse, sebuah tas cangklong warna cokelat, sebuah flashdisk, dan beberapa dus susu berbagai macam merek.
Baca Juga: Polres Bantul Tangkap Sindikat Pencuri Spesialis Swalayan, Diketuai Perempuan 47 Tahun
"Kami juga amankan beberapa kaleng keju, ovomaltine, dan satu toples Nutella," katanya.
Berita Terkait
-
Polres Bantul Tangkap Sindikat Pencuri Spesialis Swalayan, Diketuai Perempuan 47 Tahun
-
RE dan P, Pemuda Asal Muara Badak Kembali Masuk Bui Karena Curi Sepeda Motor, Penangkapan Dilakukan di Samarinda
-
Tukang Bakso Asal Parung Bogor Jadi Penadah Barang Rampokan Begal di Kota Bekasi
-
Dua Pemuda di Kukar Bobol Rumah Anggota Korps Wanita TNI-AD, Akui Hanya Suruh Buka Selimut dan Ambil Uang
-
Geger! Perempuan Menangis Histeris, Uang Tunai Rp 50 Juta di Mobil Raib Digasak Maling di Sagulung
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo