SuaraJogja.id - Gegara mengancam warga dengan ikat pinggang yang ujungnya diberi gir, empat orang pemuda bermotor yang merupakan terduga pelaku klitih diamankan warga. Keempat orang pemuda tersebut nyaris menjadi bulan-bulanan warga sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan aksi tersebut terjadi hari Minggu (6/3/2022) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut bermula ketika ada sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di salah satu rumah warga Padukuhan Budegan Kalurahan Piyaman Kapanewon Wonosari.
Saat asyik bercengkerama, mereka melihat ada empat orang menggunakan dua sepeda motor jenis matik berwarna gelap berjalan zigzag dari arah Wonosari. Kedua motor tersebut menggoreskan standar sepeda motor ke aspal, sehingga muncul percikan api.
Beberapa saat kemudian, kedua motor tersebut kembali melintas ke arah Wonosari dan salah satu motor berjalan dengan menyeret gir sepeda ke aspal. Para pemuda tersebut langsung mengejar rombongan 2 (dua) motor tersebut. Kedua motor tersebut berbelok ke kanan ke arah Masjid Al Ikhlas Wonosari.
Sesampainya di depan Masjid Al Ikhlas Wonosari, rombongan pemotor tersebut menodongkan gir kepada pengendara yang melintas. Setelah dilakukan pengejaran rombongan pemotor tersebut tertangkap di Padukuhan Trimulyo I, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari. Selanjutnya rombongan motor tersebut dibawa dan diserahkan ke Polres Gunungkidul.
Catur Sulistyo (30) warga
Padukuhan Bansari RT 04 RW 04, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari adalah warga yang diancam menggunakan gir. Saat itu sekitar pukul 03.00 WIB ia baru saja pulang dari Kota Yogyakarta merayakan ulangtahun klub mobil yang ia ikuti.
"Saya dari Jogja terus berbelok kiri ke Masjid Al Ikhlas alun-alun Pemda Wonosari," tutur Catur, Minggu (6/3/2022).
Sesampai di depan Masjid Al Ikhlas ia melihat ada dua sepeda motor matik berwarna gelap berjalan zigzag. Pengendara dua sepeda motor ini saling berboncengan dan pembonceng motor yang belakang terlihat menyeret gir ke aspal dengan menggunakan tangan kirinya.
Melihat hal tersebut, Catur lantas membunyikan klakson mobilnya karena salah satu di antara mereka ada yang hendak menabrak bamper depan. Karena kaget bunyi klakson, pembawa gir tersebut mengacungkan senjatanya ke arah Catur.
Baca Juga: Pastikan Solo Bersih dari Klitih, Kapolresta: Tidak Ada Ruang untuk Aksi Premanisme
"Saya berpikir ini klithih. Saya langsung putar balik untuk mengejar mereka namun kehilangan jejak," ceritanya.
Ia kemudian memutuskan pulang ke rumah. Saat sampai di depan SMA N 2 Wonosari, ia melihat ada 2 sepeda motor matik berhenti di halte bus. Saat ia dekati, Catur melihat ada gir jatuh dari balik baju salah satu pemuda yang nongkrong tersebut. Namun ketika dirinya putar arah, keempat pemuda tersebut sudah kabur.
Sesampai di rumah, relawan BPBD Gunungkidul ini diberitahu rekannya jika ada 4 pemuda membawa gir diamankan warga dan sempat dipukuli. Minggu pagi ia datang ke Mapolres Gunungkidul karena mendapat panggilan pemeriksaan dari kepolisian.
"Saya itu mengejar mereka hendak saya amankan," tutur dia.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan 4 pemuda tersebut. Kini kasus tersebut ditangani Polres Gunungkidul dan keempat pemuda tersebut sedang menjalani pemeriksaan.
"Sedang ditangani Polres Gunungkidul," terang dia.
Berita Terkait
-
Pastikan Solo Bersih dari Klitih, Kapolresta: Tidak Ada Ruang untuk Aksi Premanisme
-
Eks Napi Teroris Ingin Bebek Goreng Sebelum Bebas, Minyak Goreng Kemasan Murah Mulai Dijual
-
Viral Aksi Dugaan Klitih di Jogja, Polisi Amankan Sajam Berbentuk Gergaji
-
Cegah Aksi Kejahatan Jalanan, Polsek Berbah Petakan Daerah Rawan dan Giatkan Patroli Tiap Malam
-
Antisipasi Klitih di Jogja, Kapolsek Umbulharjo Minta Orang Tua Tak Tak Izinkan Anak Keluar Malam
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat