Melihat lokasi tersebut, diperkirakan sebanyak lebih kurang 150 ekor ternak bisa dikandangkan di sana.
Ditanyai soal pemecahan lokasi evakuasi ternak yang lebih banyak, Suroto menyebut, sebelumnya pada erupsi 2020, lapangan Glagaharjo difungsikan sebagai barak pengungsian.
Namun di masa itu ada beberapa masalah muncul, salah satunya komplain dari masyarakat sekitar terkait limbah.
Melihat di padukuhan Gading ada lokasi yang bisa digunakan sebagai kandang evakuasi ternak, maka kalurahan mengambil kesempatan tersebut.
"Kami harus memikirkan warga sekitar, karena limbah tadi," terangnya.
Perumput Akan Dijemput
Mitigasi lain yang tidak lepas dari pantauan Pemkab Sleman yakni terkait keberadaan perumput.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menyatakan, pihaknya juga memantau para perumput dan memastikan mereka akan mendapat informasi terkini mengenai kondisi gunung Merapi.
Untuk membantu pengangkutan rumput, BPBD dan pihak terkait menyiapkan mobil penjemput.
"Sehingga dia lebih cepat. Namanya rumput ini tidak bisa ditunda, harus ada," kata dia.
Ia menekankan, para perumput adalah warga setempat yang telah mengenal lokasi serta punya kecepatan evakuasi diri yang baik. Namun demikian, BPBD akan tetap memandu dan mengawasi.
Makwan mengatakan, ada cukup banyak perumput lereng Merapi. Biasanya mereka berada di sekitar 4 Km dari puncak. Mulai dari Turgo, Kinahrejo, Klangon, Kepuharjo.
"Artinya posisi di luar Kali Gendol, bukan di alur Kali Gendol. Tapi karena berada di zona radius bahaya, makanya tetap kami kawal mereka biar cepat. Dapat rumput, terus balik (pulang)," ujarnya.
Armada penjemput akan ditempatkan satu unit di masing-masing titik, petugas akan membantu warga yang membawa rumput dengan cara digendong saja.
"Karena sebagian dari mereka sudah bawa kendaraan bermotor," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Usai Menang Praperadilan, Raudi Akmal Terlihat Langsung Turun ke Masyarakat
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Gawat! DIY Tak Punya Anggaran Dropping Air, Empat Kabupaten Sudah Alami Kekeringan
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin