Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Jum'at, 18 Maret 2022 | 09:10 WIB
Ilustrasi angin kencang. [Envato/twenty20photos]

Usai kejadian, BPBD bersama warga dan segenap relawan dari berbagai elemen, melakukan asesment dan pemotongan pohon tumbang.

DIY Memasuki Pancaroba, BMKG Minta Perhatikan Ini

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, pada Maret - Mei 2022 sudah dimulai peralihan musim hujan ke musim kemarau, dengan kata lain musim pancaroba di wilayah Jawa khususnya DIY.

"BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kemudian, angin puting beliung dan hujan es, dapat terjadi pada musim pancaroba," kata dia.

Baca Juga: Bidan Sweetha Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Tol Semarang-Solo, IBI Sleman Tengah Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Warjono menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut terlihat berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.

"BMKG mendeteksi adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Jawa dan sebelah Barat Sumatera," ujarnya.

Indeks ENSO menunjukkan kategori La Nina lemah (-0.86) dan suhu muka laut di wilayah Indonesia yang hangat dengan anomali 1 - 3 °C.

Dengan adanya kondisi tersebut dan diperkuat dengan labilitas lokal terutama pada siang hingga sore hari, maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menghimbau masyarakat, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

"Dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta kerusakan akibat angin kencang, angin puting beliung, hujan es dan sambaran kilat/petir di wilayah DIY," terangnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Bupati Sleman Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Masih Aman

Selain itu, masyarakat hendaknya memperbarui informasi terkait kondisi cuaca terkini melalui media massa maupun media sosial resmi BMKG.

Load More